RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia terus berupaya memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Dalam rangka ini, sebuah surat resmi telah dikeluarkan yang menginstruksikan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk melakukan survei langsung ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.
Survei ini dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat, dengan fokus pada perbaikan data dan validasi kelayakan KPM.
Tujuan utama survei ini adalah untuk mendukung peningkatan kualitas data KPM pada aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG), khususnya melalui perbaikan data geotagging dan foto koordinat.
KPM diharapkan dapat menjawab delapan pertanyaan kunci dari petugas survei secara jujur, karena jawaban tersebut akan menjadi penentu kelanjutan pencairan bansos di masa mendatang.
Surat resmi dari Kemensos menugaskan seluruh Sumber Daya Manusia PKH (SDM PKH) atau pendamping PKH di seluruh Indonesia untuk segera menyelesaikan penugasan ini dengan penuh tanggung jawab.
Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas data secara keseluruhan, terutama menjelang akhir tahun di mana banyak aturan baru terkait bansos dikeluarkan.
Kunjungan survei ini juga menjadi krusial mengingat proses penyaluran bansos PKH tahap ketiga akan segera diproses.
Diperkirakan dalam tiga hari ke depan, proses bantuan sosial PKH tahap ketiga dan BPNT akan selesai 100%, sehingga survei oleh pendamping sosial atau petugas PT Pos Indonesia menjadi sangat penting.
Berikut adalah delapan pertanyaan yang akan diajukan oleh petugas survei, dan penting bagi KPM untuk menjawabnya dengan jujur:
Delapan Pertanyaan Kunci dari Petugas Survei:
1. Apakah target survei memiliki tempat berteduh tetap sehari-hari?
KPM diminta menjawab apakah memiliki rumah pribadi, mengontrak, atau masih menumpang di rumah orang tua/mertua.
2. Selama seminggu terakhir, apakah target survei (keluarga/kepala rumah tangga) melakukan kegiatan yang menghasilkan uang?
Petugas akan menanyakan apakah kepala keluarga melakukan aktivitas yang mendatangkan penghasilan dalam seminggu terakhir, seperti mencari pekerjaan atau kegiatan ekonomi lainnya.
3. Dalam setahun terakhir, apakah target survei pernah khawatir tidak memiliki makanan untuk disantap?
Pertanyaan ini bertujuan mengetahui seberapa sering KPM mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan dasar.
4. Apakah sebagian besar lantai tempat tinggal masih terbuat dari tanah?
KPM diminta menjelaskan kondisi lantai rumahnya, apakah masih berupa tanah, belum diplester, atau sudah berkeramik.
5. Dalam setahun terakhir, apakah target survei pernah membeli pakaian untuk diri sendiri dan orang lain?
Pertanyaan ini menggali kemampuan KPM untuk membeli kebutuhan sandang, misalnya saat hari raya atau kebutuhan mendesak lainnya.
6. Dalam seminggu terakhir, apakah sebagian pengeluaran digunakan membeli makanan (lebih dari 2/3 total pengeluaran)?
Pertanyaan ini mengukur proporsi pengeluaran KPM untuk makanan dibandingkan total pendapatan atau pengeluaran mingguan.
7. Apakah sebagian besar dinding terbuat dari bambu, kawat, atau kayu?
Petugas akan menanyakan material dominan dinding rumah KPM, apakah masih menggunakan material sederhana atau sudah permanen seperti tembok.
8. Apakah sumber penerangan dari listrik 450 watt dari PLN atau bukan listrik?
Pertanyaan terakhir ini terkait dengan sumber listrik dan kapasitas daya yang digunakan KPM. Masyarakat miskin umumnya menggunakan daya listrik maksimal 450 watt.
Jika KPM menggunakan daya 900 watt atau 1200 watt, ini bisa menjadi indikasi kemampuan ekonomi menengah ke atas.
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini secara jujur, KPM dapat membantu petugas survei melaporkan kondisi real kepada Kemensos, sehingga data dapat diperbarui dan KPM yang benar-benar memenuhi syarat dapat terus menerima bantuan sosial.
Keakuratan data ini sangat penting untuk memastikan bansos tersalurkan secara efektif dan efisien.***
Editor : Eli Kustiyawati