Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPM PKH dan BPNT Dapat 2 Bansos Tambahan, SP2D Sudah Turun dan Penyaluran Cair 30 sampai 5 Agustus 2025

Ira Yulia Erfina • Kamis, 31 Juli 2025 | 14:09 WIB
KPM PKH dan BPNT Dapat 2 Bansos Tambahan
KPM PKH dan BPNT Dapat 2 Bansos Tambahan

RADAR BOGOR – Informasi menggembirakan hadir untuk para penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Pemerintah kembali mengucurkan dua jenis bansos tambahan yang ditargetkan cair merata mulai hari ini, Rabu, 30 Juli 2025, hingga 5 Agustus 2025.

Kedua bantuan tersebut sudah disertai dokumen Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), yang artinya proses penyaluran resmi telah dimulai dan tinggal menunggu distribusi teknis di lapangan.

Bansos Beras 20 Kilogram untuk KPM PKH dan BPNT Sudah Mulai Merata

Bantuan sosial pertama yang resmi disalurkan adalah beras 20 kilogram per KPM. Bantuan ini ditujukan bagi penerima PKH dan BPNT aktif yang terdaftar dalam DTSEN.

Penyalurannya dilakukan PT Pos Indonesia, hanya untuk daerah yang sudah menerima SP2D.

Data terbaru mencatat bahwa di Provinsi DKI Jakarta terdapat 304.044 KPM yang akan menerima bantuan beras ini, dengan total kuota mencapai 3.040 ton.

Sementara itu, Provinsi Jawa Barat mendapatkan alokasi terbesar dengan 44.270 ton beras, diikuti oleh Banten sebanyak 699 ton.

Secara keseluruhan, terdapat 12 provinsi yang telah menerima SP2D dan akan segera menyalurkan bansos beras, yaitu:

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, dan Maluku Utara.

Beras ini akan disalurkan secara langsung oleh petugas PT Pos ke titik distribusi masing-masing wilayah, dan sebagian akan diantar langsung ke rumah-rumah penerima sesuai mekanisme yang berlaku.

Bantuan Daging Ayam dan Telur untuk Balita Stunting Juga Dimulai

Selain beras, bantuan sosial berupa paket protein hewani juga kembali diperpanjang oleh pemerintah sebagai bagian dari program percepatan penanganan stunting nasional.

Program ini dikoordinasikan oleh ID Food dan ditujukan khusus untuk rumah tangga dengan balita yang terindikasi mengalami stunting berdasarkan data puskesmas dan pendamping sosial.

Bayi dan balita yang masuk dalam daftar penerima bantuan akan memperoleh total 33 butir telur dan daging ayam, diberikan sekaligus untuk tiga kali penyaluran sesuai jadwal.

Dalam pelaksanaannya, setiap periode mencakup 11 butir telur. Sehingga, dalam penyaluran kali ini, seluruh paket tiga tahap diberikan sekaligus guna efisiensi waktu dan distribusi.

Bantuan telur dan daging ayam ini juga mulai disalurkan pada rentang waktu yang sama, yaitu dari tanggal 30 Juli hingga 5 Agustus 2025, mengikuti wilayah yang SP2D-nya telah diterbitkan.

Update Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2025: Masuk Validasi Akhir

Sementara itu, untuk bantuan PKH dan BPNT tahap 3 tahun 2025, pemerintah saat ini masih berada pada fase verifikasi dan validasi data KPM.

Fase ini penting untuk memastikan bahwa data penerima sudah sesuai dan tidak terdapat duplikasi atau ketidaksesuaian data.

Jika merujuk pada kalender penyaluran resmi, maka bulan Agustus akan menjadi kick-off penyaluran serentak PKH dan BPNT tahap ketiga.

Dengan demikian, penyaluran tahap reguler akan dilakukan setelah proses validasi akhir selesai dilakukan oleh dinas sosial setempat dan bank penyalur.

Proses Pergantian Kartu KKS Merah Putih Masih Berlangsung

Selain pembaruan bantuan, proses peralihan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih juga masih terus berjalan.

Kartu ini merupakan instrumen penting bagi KPM untuk mencairkan bantuan PKH dan BPNT yang bersumber dari Himbara.

Meskipun belum merata di seluruh wilayah, beberapa KPM dilaporkan sudah menerima kartu KKS pengganti yang baru.

Namun, masih ada pula KPM yang belum mendapatkannya dan diminta bersabar menunggu giliran distribusi dari pihak bank Himbara maupun PT Pos.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #bansos #pencairan #pkh