RADAR BOGOR – Di tengah penantian pencairan bansos PKH tahap ketiga, dua bantuan sosial (bansos) tambahan yang sangat dinantikan, yakni beras 10 kg serta bantuan daging ayam dan telur, telah mendapatkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan siap disalurkan secara merata mulai besok, 1 Agustus 2025.
Bantuan sosial tambahan berupa beras 10 kg kembali disalurkan sebagai upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya KPM PKH dan BPNT, di tengah lonjakan harga komoditas beras yang mencapai sekitar Rp15.000 per kg.
Bantuan ini merupakan inisiatif kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Sosial atas instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Mayoritas penerima bantuan beras 10 kg adalah KPM PKH dan BPNT. Ada juga masyarakat umum yang ditunjuk oleh pemerintah daerah setempat untuk menerima bantuan ini.
Total penerima bantuan beras ini mencapai 21.380.040 KPM, menunjukkan cakupan yang sangat luas.
Beberapa wilayah yang SP2D-nya telah turun dan akan segera mendistribusikan beras 10 kg meliputi:
•DKI Jakarta: 304.044 KPM (3.040 ton beras)
•Jawa Barat: 44.270 ton
•Banten: 699 ton
Selain itu, 12 wilayah yang akan menerima penyaluran melalui PT Pos Indonesia adalah:
•Banten
•DKI Jakarta
•Jawa Barat
•Maluku
•Maluku Utara
•Aceh
•Sumatera Utara
•Sumatera Barat
•Riau
•Kepulauan Riau
•Kalimantan Tengah
•Kalimantan Utara
Untuk wilayah di luar daftar tersebut, penyaluran beras 10 kg biasanya akan dilakukan melalui kantor desa atau kelurahan setempat.
Bansos tambahan kedua yang SP2D-nya sudah turun adalah bantuan daging ayam dan telur.
Program ini kembali diperpanjang untuk tahap kedua melalui ID Food dan secara khusus ditujukan bagi anak balita yang terindikasi stunting.
Data penerima diambil dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Jadi, KPM PKH maupun BPNT yang memiliki balita terdaftar dalam data BKKBN sebagai terindikasi stunting juga berhak menerima bantuan ini. Setiap KPM yang berhak akan mendapatkan:
•3 ekor daging ayam karkas (sudah bersih dan siap masak)
•11 butir telur untuk setiap periodenya. Karena disalurkan untuk tiga tahap sekaligus, maka total KPM akan menerima 33 butir telur.
Bantuan ini diharapkan dapat memberikan asupan gizi tambahan yang penting bagi pertumbuhan balita, sekaligus sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Pembaruan Status PKH dan BPNT Tahap 3
Meskipun dua bansos tambahan sudah siap cair, status pencairan PKH dan BPNT tahap ketiga periode Juli–Agustus–September 2025 masih belum terlihat di aplikasi SIKS-NG terbaru per hari ini.
Namun, perlu dicatat bahwa proses verifikasi dan validasi data sudah berjalan.
Terdapat informasi bahwa Agustus 2025 akan menjadi *kick-off* pencairan PKH dan BPNT tahap 3 secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
KPM diminta bersabar menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal pasti pencairan, apakah akan dimulai pada minggu pertama, kedua, ketiga, atau terakhir bulan Agustus.
Sementara itu, proses "buka rekening kolektif" (burekol) bagi KPM yang beralih dari PT Pos Indonesia ke Kartu KKS Merah Putih masih terus berlangsung.
Sebagian KPM sudah menerima KKS baru, namun ada juga yang masih dalam proses pembuatan.
Proses ini memang membutuhkan waktu karena ketersediaan kartu di bank penyalur bervariasi.
Diharapkan dalam waktu dekat, semua proses administrasi dan teknis dapat diselesaikan sehingga KPM bansos yang belum menerima KKS Merah Putih atau pencairan PKH tahap kedua dapat segera mendapatkan haknya, agar pencairan PKH tahap ketiga dapat berjalan lancar.***
Editor : Eli Kustiyawati