RADAR BOGOR - Memasuki triwulan ketiga tahun 2025, masih ada berbagai program bantuan sosial (bansos) untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Selama periode 1 hingga 31 Agustus 2025, tercatat ada delapan jenis bansos yang mulai disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai wilayah Indonesia.
Penyaluran dilakukan bertahap dan sesuai dengan jadwal, prosedur, serta hasil validasi dari instansi terkait.
Berikut ini rincian lengkapnya :
1. BLT Dana Desa: Rp300 Ribu per Bulan Khusus Warga Desa
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kembali disalurkan dengan nominal Rp300.000 per bulan.
Beberapa KPM bahkan menerima akumulasi tiga bulan sekaligus, yaitu Rp900.000.
Sasaran dari bansos ini adalah masyarakat desa yang belum pernah menerima bantuan dari program reguler seperti PKH atau BPNT.
Penerima ditetapkan melalui hasil musyawarah desa (musdes) dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi warga.
2. Bansos Permakanan untuk Lansia dan Disabilitas
Bantuan pemenuhan makanan bergizi atau disebut bansos permakanan, kembali disalurkan kepada kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Bantuan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa paket makanan siap konsumsi yang langsung dikirimkan ke rumah penerima secara berkala.
Program ini menjadi bagian dari layanan rehabilitasi sosial dan ditangani oleh pihak Dinas Sosial setempat bekerja sama dengan penyedia logistik.
Tujuannya adalah memastikan lansia dan disabilitas yang hidup sendiri atau tidak memiliki pengasuh tetap mendapat akses terhadap gizi harian.
3. Bantuan PIP Tahap 2 Masih Dicairkan
Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap 2 resmi dicairkan pada bulan Agustus 2025. Bantuan pendidikan ini diperuntukkan bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu dan tercatat dalam DTSEN.
Dana PIP disalurkan melalui rekening bank yang terafiliasi dengan sekolah atau langsung ke rekening siswa penerima.
Nominal bantuan bervariasi tergantung jenjang pendidikan, mulai dari Rp450.000 hingga Rp1.000.000 per tahun.
Siswa yang terdaftar bisa melakukan pengecekan status pencairan di laman resmi pip.kemdikbud.go.id atau menunggu informasi dari pihak sekolah.
4. Bansos Atensi YAPI Tahap 4 Senilai Rp400 Ribu
Pada Agustus 2025, bantuan Atensi YAPI (Yayasan Asuhan Panti Indonesia) memasuki penyaluran tahap keempat.
Setiap tahap diberikan setiap dua bulan sekali dengan nominal Rp400.000 per KPM.
Bansos ini ditujukan untuk anak-anak terlantar, anak panti, dan kelompok rentan lainnya yang berada di bawah pengasuhan lembaga atau orang tua tunggal tidak mampu.
5. PKH Tahap 2 untuk KPM Peralihan POS ke KKS
Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 pada bulan Agustus difokuskan untuk KPM peralihan dari metode pencairan tunai di Kantor Pos ke skema non-tunai menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Proses ini dilakukan melalui mekanisme burekol (buka rekening kolektif).
Bagi KPM yang proses burekolnya telah selesai, akan segera diberikan buku rekening dan KKS baru, dan bantuan PKH akan langsung ditransfer ke rekening tersebut.
Komponen bantuan meliputi dukungan bagi ibu hamil, balita, pelajar, hingga lansia dan disabilitas.
Bagi yang proses burekol-nya belum rampung, pencairan masih haruus menunggu sampai verifikasi dan validasi selesai dilakukan.
Kementerian Sosial dan bank penyalur mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengikuti arahan dari pendamping sosial.
6. BPNT Tahap 2 Juga Cair untuk KPM Peralihan
Selain PKH, bantuan pangan non-tunai (BPNT) juga dicairkan untuk KPM yang telah berpindah dari POS ke sistem KKS.
Bagi yang sudah selesai proses burekol, saldo bantuan akan langsung masuk ke rekening KKS mereka.
BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp200.000 per bulan yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, sayuran, atau bahan pangan lainnya di e-warong yang ditunjuk.
Penyaluran tahap 3 untuk PKH dan BPNT masih dalam proses verifikasi data penerima oleh Kemensos.
7. Penebalan Bansos Tambahan Rp400 Ribu
Di tengah situasi ekonomi yang masih terdampak inflasi pangan dan kenaikan harga kebutuhan pokok, pemerintah menggelar kembali program penebalan bansos.
Tambahan bantuan sebesar Rp400.000 ini diberikan kepada KPM terpilih, sebagai upaya untuk memperkuat daya beli masyarakat miskin ekstrem.
8. Bantuan Pangan Beras 20 Kg untuk KPM BPNT
Satu lagi program bansos yang berjalan paralel di bulan Agustus 2025 adalah bantuan pangan berupa beras 20 kg.
Program ini ditujukan untuk seluruh KPM penerima BPNT aktif, sebagai bagian dari stabilisasi ketahanan pangan dan pengendalian harga di pasar.
Beras disalurkan langsung ke desa/kelurahan dan diterima oleh KPM secara berkala, umumnya sekali dalam satu bulan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim