RADAR BOGOR - Penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) terpantau mulai marak, khususnya untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Kabar bansos PKH BPNT ini datang dari berbagai KPM di media sosial yang melaporkan adanya saldo masuk di kartu KKS bansos penerima.
Beberapa bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, BNI, BSI, dan Mandiri, dilaporkan sudah mulai mencairkan bansos PKH BPNT ini.
Bagi KPM yang belum menerima, diharapkan untuk bersabar karena penyaluran berlangsung secara bertahap dan akan merata dalam beberapa hari ke depan.
Informasi yang beredar di media sosial menunjukkan beragam cerita pencairan bansos:
1. Penerima BPNT Murni Jadi PKH Lansia:
Seorang KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT, melaporkan dirinya kini terdaftar sebagai penerima PKH lansia setelah diverifikasi oleh pendamping.
Tambahan saldo sebesar Rp600.000, di luar bantuan BPNT dan penebalan bansos yang sudah dicairkan sebelumnya.
2. KPM PKH Murni Menerima BPNT:
Ada juga KPM PKH murni yang pada tahap 2 ini tervalidasi sebagai penerima BPNT.
KPM ini berhasil mencairkan saldo sebesar Rp1 juta yang merupakan gabungan dari BPNT tahap 2 (Rp600.000) dan bantuan penebalan bansos (Rp400.000).
3. Beberapa KPM dalam Satu Rumah: Sebuah kasus menarik menunjukkan bahwa dalam satu rumah bisa terdapat lebih dari satu KPM yang menerima bantuan berbeda.
Misalnya, seorang ibu menerima BPNT, sementara anaknya menerima PKH untuk balita.
Hal ini dimungkinkan karena bantuan sosial dihitung berdasarkan Kartu Keluarga (KK), bukan per rumah.
Berdasarkan data Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang baru turun, proses pencairan PKH tahap 2 kini sudah memasuki termin ke-10 untuk KPM hasil validasi. Ini termasuk KPM BPNT yang teridentifikasi memiliki komponen PKH.
Kementerian Sosial (Kemensos) akan terus memproses penyaluran sisa tahap 2, terutama bagi KPM yang beralih dari PT Pos ke KKS.
KPM dengan KKS baru diharuskan mengaktifkan dan memeriksa saldo secara berkala.
Sementara itu, beberapa bantuan juga disalurkan di waktu yang sama, seperti:
- BLT Dana Desa: Setiap KPM akan menerima Rp300.000 per bulan.
- KIP Kuliah
Bantuan ini mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup dengan besaran bervariasi, mulai dari Rp800.000 hingga Rp1,4 juta per bulan.
- PIP Madrasah: Besaran bantuan mulai dari Rp450.000 hingga Rp1,8 juta per tahun.
Informasi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai percepatan penyaluran bansos di awal Agustus 2025. Terus pantau saldo KKS Anda dan semoga bantuan segera tersalurkan.