RADAR BOGOR - BUREKOL adalah akronim dari Buka Rekening Kolektif, yaitu proses pengalihan skema pencairan bantuan sosial yang semula dilakukan secara tunai melalui PT Pos Indonesia menjadi sistem non-tunai yang langsung masuk ke rekening KKS milik para penerima manfaat.
Dalam skema baru ini, dana bantuan akan disalurkan melalui lembaga perbankan milik negara yang tergabung dalam Himbara, seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, sehingga distribusinya menjadi lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, serta akuntabilitas dalam pendistribusian bantuan, sekaligus mendorong inklusi keuangan di kalangan penerima manfaat yang selama ini belum memiliki akses ke perbankan formal.
Transisi ke sistem BUREKOL dilakukan secara bertahap di berbagai daerah.
Setiap KPM yang belum memiliki rekening bank diwajibkan untuk mengikuti proses pembukaan rekening secara kolektif, difasilitasi oleh petugas sosial setempat dan pihak bank.
Pembukaan rekening ini bersifat gratis dan wajib dilalui agar bantuan tahap berikutnya dapat dicairkan secara non-tunai.
Berikut adalah daftar kabupaten/kota beserta jumlah KPM yang akan segera dialihkan ke sistem BUREKOL:
1. Kabupaten Balangan dengan 308 KPM
2. Kabupaten Banggai dengan 747 KPM
3. Kabupaten Banggai Kepulauan dengan 652 KPM
4. Kabupaten Banggai Laut dengan 821 KPM
5. Kabupaten Banyumas dengan 7.984 KPM
6. Kabupaten Barito Selatan dengan 324 KPM
7. Kabupaten Barito Timur dengan 454 KPM
8. Kabupaten Barito Utara dengan 179 KPM
9. Kabupaten Batu Bara dengan 3.860 KPM
10. Kabupaten Bengkayang dengan 708 KPM
11. Kabupaten Bengkulu Utara dengan 1.357 KPM
12. Kabupaten Bogor dengan 9.917 KPM
13. Kabupaten Bombana dengan 650 KPM
14. Kabupaten Bone dengan 2.451 KPM
15. Kabupaten Brebes dengan 22.296 KPM
16. Kabupaten Bulukumba dengan 1.093 KPM
Baca Juga: Rebutan Pinang Benjamin Sesko Makin Memanas, Newcastle United Siap Penuhi Permintaan RB Leipzig
17. Kabupaten Buol dengan 1.040 KPM
18. Kabupaten Buru dengan 1.326 KPM
19. Kabupaten Ciamis dengan 2.449 KPM
20. Kabupaten Cilacap dengan 7.488 KPM
21. Kabupaten Dairi dengan 3.299 KPM
22. Kabupaten Dharmasraya dengan 679 KPM
23. Kabupaten Empat Lawang dengan 2.222 KPM
24. Kabupaten Garut dengan 15.554 KPM
25. Kabupaten Gorontalo Utara dengan 656 KPM
26. Kabupaten Gunungkidul dengan 3.932 KPM
27. Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan 543 KPM
28. Kabupaten Humbang Hasundutan dengan 667 KPM
29. Kabupaten Indragiri Hulu dengan 836 KPM
30. Kabupaten Jember dengan 10.638 KPM
31. Kabupaten Jepara dengan 42.086 KPM
32. Kabupaten Karo dengan 2.777 KPM
33. Kabupaten Kebumen dengan 15.276 KPM
34. Kabupaten Kendal dengan 39.590 KPM
35. Kabupaten Kepulauan Meranti dengan 3.687 KPM
36. Kabupaten Kolaka dengan 1.818 KPM
37. Kabupaten Kolaka Timur dengan 1.122 KPM
38. Kabupaten Kolaka Utara dengan 1.049 KPM
39. Kabupaten Konawe Selatan dengan 1.852 KPM
40. Kabupaten Kotawaringin Barat dengan 923 KPM
41. Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 1.572 KPM
42. Kabupaten Kuantan Singingi dengan 2.400 KPM
43. Kabupaten Kutai Barat dengan 912 KPM
44. Kabupaten Kutai Timur dengan 1.073 KPM
45. Kabupaten Labuhan Batu Utara dengan 2.347 KPM
46. Kabupaten Lamandau dengan 94 KPM
47. Kabupaten Lampung Barat dengan 2.093 KPM
48. Kabupaten Lampung Timur dengan 12.054 KPM
49. Kabupaten Lampung Utara dengan 8.233 KPM
50. Kabupaten Landak dengan 1.284 KPM
51. Kabupaten Luwu dengan 2.895 KPM
52. Kabupaten Luwu Timur dengan 1.056 KPM
53. Kabupaten Maluku Tenggara dengan 1.067 KPM
54. Kabupaten Mesuji dengan 492 KPM
55. Kabupaten Minahasa Selatan dengan 890 KPM
56. Kabupaten Minahasa Tenggara dengan 1.037 KPM
57. Kabupaten Minahasa Utara dengan 496 KPM
58. Kabupaten Morowali dengan 1.315 KPM
59. Kabupaten Morowali Utara dengan 741 KPM
60. Kabupaten Muko Muko dengan 1.961 KPM
61. Kabupaten Murung Raya dengan 431 KPM
62. Kabupaten Musi Rawas dengan 3.334 KPM
63. Kabupaten Nunukan dengan 277 KPM
64. Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan 7.095 KPM
65. Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan 4.794 KPM
66. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dengan 6.959 KPM
67. Kabupaten Padang Lawas dengan 1.325 KPM
68. Kabupaten Padang Lawas Utara dengan 1.839 KPM
69. Kabupaten Pandeglang dengan 5.050 KPM
70. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dengan 1.760 KPM
71. Kabupaten Pasaman dengan 1.981 KPM
72. Kabupaten Pasaman Barat dengan 1.013 KPM
73. Kabupaten Pasangkayu dengan 341 KPM
74. Kabupaten Pelalawan dengan 1.451 KPM
75. Kabupaten Penajam Paser Utara dengan 568 KPM
76. Kabupaten Pesawaran dengan 2.584 KPM
77. Kabupaten Pesisir Selatan dengan 1.324 KPM
78. Kabupaten Pinrang dengan 2.423 KPM
79. Kabupaten Pulang Pisau dengan 208 KPM
80. Kabupaten Rokan Hilir dengan 3.554 KPM
81. Kabupaten Rokan Hulu dengan 4.296 KPM
82. Kabupaten Samosir dengan 1.080 KPM
83. Kabupaten Sekadau dengan 79 KPM
84. Kabupaten Serang dengan 37.953 KPM
85. Kabupaten Serdang Bedagai dengan 6.527 KPM
86. Kabupaten Seruyan dengan 974 KPM
87. Kabupaten Siak dengan 1.013 KPM
88. Kabupaten Sidenreng Rappang dengan 658 KPM
89. Kabupaten Sijunjung dengan 1.064 KPM
90. Kabupaten Simalungun dengan 6.235 KPM
91. Kabupaten Sinjai dengan 696 KPM
92. Kabupaten Sintang dengan 850 KPM
93. Kabupaten Sleman dengan 2.163 KPM
94. Kabupaten Soppeng dengan 596 KPM
95. Kabupaten Sukamara dengan 154 KPM
96. Kabupaten Sumenep dengan 11.285 KPM
97. Kabupaten Takalar dengan 667 KPM
98. Kabupaten Tana Toraja dengan 1.539 KPM
99. Kabupaten Tanggamus dengan 5.573 KPM
100. Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan 2.270 KPM
101. Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 528 KPM
102. Kabupaten Tapanuli Utara dengan 1.540 KPM
103. Kabupaten Tapin dengan 289 KPM
104. Kabupaten Toba dengan 1.360 KPM
105. Kabupaten Tolitoli dengan 2.432 KPM
106. Kabupaten Toraja Utara dengan 651 KPM
107. Kabupaten Tulang Bawang dengan 1.962 KPM
108. Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan 800 KPM
109. Kabupaten Wajo dengan 710 KPM
110. Kabupaten Way Kanan dengan 1.901 KPM
111. Kota Cilegon dengan 571 KPM
112. Kota Kediri dengan 2.229 KPM
113. Kota Madiun dengan 476 KPM
114. Kota Tegal dengan 1.453 KPM
Total keseluruhan dengan 456.713 KPM
Dengan selesainya daftar ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan BUREKOL akan mencakup lebih dari 450 ribu KPM di seluruh Indonesia.
Pemerintah terus mendorong percepatan proses pembukaan rekening agar bantuan tahap berikutnya dapat disalurkan lebih cepat, aman, dan tanpa hambatan distribusi fisik. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim