Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ayo Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah 2025 Kemensos RI: Jenis Pemeriksaan Berdasarkan Jenjang dari SD sampai SMA

Ira Yulia Erfina • Minggu, 3 Agustus 2025 | 22:32 WIB
Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah 2025 Kemensos RI.
Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah 2025 Kemensos RI.

RADAR BOGOR - Program nasional bertajuk “Cek Kesehatan Gratis” yang mulai diberlakukan secara bertahap pada Agustus 2025.

Dengan cakupan lebih dari 53 juta anak di seluruh jenjang pendidikan, pelaksanaan program ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pelayanan kesehatan anak di Tanah Air.

Sasaran dari program ini meliputi siswa-siswi yang tersebar di lebih dari 282 ribu satuan pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Luar Biasa (SLB), pesantren, hingga Sekolah Rakyat.

Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan berdasarkan data dan standar medis dari Kementerian Kesehatan (Kemensos) Republik Indonesia, sehingga pelaksanaannya tetap mengacu pada pedoman resmi dan hasilnya bisa ditindaklanjuti secara profesional oleh fasilitas kesehatan terdekat.

Pemeriksaan dalam program ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan yang umum terjadi pada setiap kelompok usia.

Berikut adalah rincian jenis pemeriksaan yang akan dilakukan menurut jenjang pendidikan:

1. Anak Sekolah Dasar (Usia 7–12 Tahun)

Pemeriksaan kesehatan bagi siswa SD menitikberatkan pada pemantauan pertumbuhan dasar serta identifikasi dini terhadap gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

· Status gizi: untuk menilai apakah anak mengalami kekurangan atau kelebihan nutrisi.

· Pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula bertujuan untuk mengenali risiko gangguan metabolisme sejak tahap awal.

· Skrining tuberkulosis (TBC) dilakukan guna mengidentifikasi infeksi paru yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

· Pemeriksaan telinga, mata, dan gigi: mencegah gangguan fungsi indra dan menjaga kebersihan mulut.

· Kesehatan jiwa: evaluasi psikologis untuk mencegah stres atau gangguan mental pada anak-anak.

· Hepatitis B: pemeriksaan fungsi hati, terutama pada anak-anak yang belum divaksin lengkap.

· Pemeriksaan kebiasaan menggunakan zat adiktif untuk siswa kelas 5 dan 6: mendeteksi perilaku berisiko sejak awal.

· Evaluasi tingkat aktivitas fisik dan kesehatan reproduksi untuk siswa kelas 4 hingga 6.

· Riwayat imunisasi untuk siswa kelas 1: guna memastikan cakupan vaksinasi dasar sudah terpenuhi.

2. Anak Sekolah Menengah Pertama (Usia 13–15 Tahun)

Memasuki masa pubertas, kebutuhan pemeriksaan kesehatan pada siswa SMP menjadi lebih kompleks dan spesifik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

· Status gizi, tekanan darah, gula darah, serta skrining tuberkulosis, telinga, mata, gigi, dan kesehatan jiwa.

· Identifikasi kebiasaan penggunaan zat adiktif dan berbagai faktor risiko yang berkaitan dengannya.

· Talasemia dan anemia (khususnya untuk siswa kelas 7): untuk mengetahui risiko kelainan darah.

· Pemeriksaan fungsi hati terkait Hepatitis B dan C.

· Evaluasi tingkat aktivitas fisik dan riwayat imunisasi HPV khusus siswa kelas 9.

· Kesehatan reproduksi yang menjadi fokus penting pada usia puber.

3. Anak Sekolah Menengah Atas (Usia 16–17 Tahun)

Di jenjang SMA, pemeriksaan ditujukan untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang lebih spesifik, sekaligus mempersiapkan remaja menuju masa dewasa yang sehat. Pemeriksaan meliputi:

· Evaluasi status gizi, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, serta kondisi telinga, mata, gigi, dan kesehatan jiwa.

· Deteksi perilaku penggunaan zat adiktif yang mulai meningkat pada usia remaja akhir.

· Deteksi talasemia dan pengecekan anemia pada remaja putri di kelas 10 dilakukan karena kelompok ini rentan mengalami defisiensi zat besi.

· Evaluasi kesehatan hati ditujukan untuk mengetahui kemungkinan infeksi Hepatitis B maupun Hepatitis C secara dini.

· Penilaian tingkat aktivitas fisik serta konseling kesehatan reproduksi yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja menjelang usia dewasa. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#cek kesehatan gratis #sekolah #anak