Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Enam Fase Perselingkuhan dan Kisah Nyata Dua Wanita hingga Menjalani Hipnoterapi

Eka Rahmawati • Senin, 4 Agustus 2025 | 09:22 WIB
Ilustrasi: Enam fase perselingkuhan yang dialami pasangan.
Ilustrasi: Enam fase perselingkuhan yang dialami pasangan.

RADAR BOGOR - Belakangan sejumlah kasus perselingkuhan atau affair viral di media sosial dan sering menjadi sumber krisis dalam hubungan. Lalu apa faktor-faktor latar belakang sebagai penyebabnya? 

Hipnoterapis Nina Marlina dari Griya Harmoni Terapi mengungkapkan sejumlah kasus perselingkuhan yang dialami para kliennya dan ia tangani berdasarkan pengalamannya.  

Nina menjabarkan terdapat enam fase perselingkuhan yang diidentifikasi oleh Allen dan Atkins, 2025, dalam The multidimensional and developmental nature of infidelity yakni:

  1. Predisposition (kecenderungan): Ini adalah faktor-faktor yang membuat seseorang lebih rentan atau memiliki kecenderungan untuk berselingkuh.
  2. Approach (pendekatan): Fase perselingkuhan dimulai atau didekati, seperti adanya interaksi awal dengan orang lain di luar hubungan.
  3. Initial involvement (Keterlibatan awal): Fase perselingkuhan mulai terjalin, mungkin berupa keterlibatan emosional atau fisik yang baru.
  4. Maintenance (Pemeliharaan): Fase ini mencakup bagaimana perselingkuhan dipertahankan seiring dengan berjalannya waktu.
  5. Disclosure or discovery (Pengungkapan atau penemuan): Fase perselingkuhan terungkap, baik karena pengakuan dari pelaku maupun penemuan oleh pasangan.
  6. Response (Tanggapan): Ini menjadi reaksi dan konsekuensi yang terjadi setelah perselingkuhan terungkap, yang dapat mempengaruhi individu dan pasangan.

Menurut Hendra dan Kusumiati, 2020, dalam penelitiannya terhadap 31 wanita yang menjalani pernikahan jarak jauh/long distance - marriage (LDM) minimal dua bulan didapati hasil bahwa ada hubungan positif antara kesepian dan kecenderungan berselingkuh.

Dalam temuan di ruang konseling dan hipnoterapi Nina mengatakan dari banyaknya kasus perselingkuhan, kebanyakan klien yang datang adalah wanita.

"Ada di antara mereka bukan hanya korban perselingkuhan, tapi juga pelaku, terlepas dari penyebab atau dampak seperti konflik dan  komunikasi yang buruk, LDM, masalah keuangan, kebutuhan emosional dan fisik yang tidak terpenuhi," ujar Nina Marlina kepada Radar Bogor.

Berikut ini kisah nyata klien yang tak disebutkan identitasnya dan mendapat penanganan hipnoterapis Nina Marlina dari Griya Harmoni Terapi.

Kisah Nyata Hubungan Perselingkuhan

Sebut saja Ani (bukan nama sebenarnya) usia kepala tiga, sudah menikah dan memiliki dua orang anak, selain sebagai ibu rumah tangga, dia punya usaha rumahan yang menghasilkan uang. Suaminya bekerja di luar kota dan bertemu setiap dua minggu sekali.

Ani mengakui kalau dirinya punya affair dengan teman satu komunitas yang ia ikuti. Awal kenalan biasa saja, tapi karena obrolannya intens dan merasa nge-klik lama-lama kok nyaman dan makin intim. Selingkuhannya sebut saja Abang, sudah berkeluarga dan memiliki anak pula. Dia pun menjalani pernikahan jarak jauh dengan pasangannya.

Ani dan Abang tinggal di kota yang berbeda, kelekatan secara emosional membuatnya sering gelisah dan tidak bisa tidur bila Abang belum telepon. Sementara itu dia tidak mempermasalahkan suaminya mau telepon atau tidak. Selama tak ada suami di rumahnya, ia merasa punya obat ampuh untuk memenuhi kebutuhan emosinya.

Setiap hari dia teleponan dan kadang saling berkirim pesan melalui voice note, bila kangen dia dengar ulang suara Abang, ketika mendengar suaranya rasanya bikin klepek-klepek.

Setelah ditelusuri lebih dalam apa yang mendorong Ani berselingkuh ternyata dia punya latar belakang fatherless. Sosok bapak ada tapi tidak hadir secara emosional, dulu bapaknya sering melakukan KDRT pada dirinya juga ibunya.

Ani punya dua kakak laki-laki yang juga sering membully bukan menyayangi dan melindunginya. Sejak kecil Ani sering kesepian dan lukanya terus dia bawa hingga dewasa. Ani dinikahi Pria yang menduda 10 tahun setelah ditinggal meninggal istrinya dan usia mereka terpaut jauh.

Ani menerima laki-laki yang jauh lebih tua karena bawah sadarnya mencari sosok bapak. Sayangnya laki-laki yang jadi suaminya masih belum bisa move on dari almarhum, hubungan dengan suami lambat laun tidak lagi sefrekuensi.

Dari sebab-sebab di atas, Ani merasa nyaman dengan Abang karena dalam diri Abang ada sosok bapak, suami, kakak, pacar, dan teman yang bisa mendengarkan, menasihati, becanda, juga berbagi rasa.

Setiap kali ia gelisah bukanlah Ani dewasa melainkan sosok anak kecil yang membutuhkan  kasih sayang bapak, kakak, yang peduli dan hadir untuknya. Dia sendiri merasa suaminya kurang perhatian, “sama” seperti bapak dan kakaknya. Itu pula yang membuat dia merasa tidak dicintai. Anak atau seseorang seperti Ani termasuk orang yang rentan dan  memiliki kecenderungan selingkuh.

Jadi, bagi Ani jauh dari suami justru merasa leluasa. Sewaktu-waktu dia bisa janjian dan bertemu Abang untuk melepas rindu sebelum Abang pulang ke pelukan istri dan anak-anaknya. Perselingkuhan yang Ani lakukan bukan sebatas pemenuhan kebutuhan emosional saja tapi juga fisik dan ia mengakui beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri.

Dari hubungan itu, Ani mengalami konflik diri, ada satu bagian dirinya yang mengingatkan kalau dirinya punya suami, ada satu bagian dirinya merasa butuh sosok bapak yang melindungi dan menasihati, ada satu bagian diri yang butuh sosok kakak, dan satu bagian diri yang punya kesadaran kalau perbuatannya melampaui batas. Cukup kompleks memang.

Namun, dengan kesadaran itu perlahan-lahan ia bisa melepas kelekatan yang ia bawa dari pola pengasuhan masa lalunya. Ia memaafkan bapak, kakak juga dirinya sehingga ia juga bisa mengakhiri hubungan terlarang itu dan fokus memperbaiki hubungan dia dengan dirinya juga suaminya.

Dari kisah Ani kita bergeser ke kisah Santi juga bukan nama sebenarnya. Setiap kisah yang menarik, saya meminta izin klien untuk menulis kisahnya sehingga bisa diambil sebagai pembelajaran.

Santi datang diantar putranya yang sudah dewasa, ia tak semuda Ani namun tetap menarik dan cantik di usianya yang lebih dari setengah abad. Tak jauh berbeda dengan Ani, ia datang karena konflik diri.

Sudah dua minggu dia sering menangis dan overthinking, dampaknya ia punya masalah sulit tidur dan ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Toni yang sudah ia jalani dua setengah tahun. Meskipun ia masih sayang, ia sadar kalau dirinya pernah terluka dalam hubungan sebelumnya.

Toni bukanlah bujang, ia seorang suami yang juga ayah bagi anak-anaknya, sedangkan Santi seorang janda, Santi datang atas saran teman SMA-nya yang mengenal saya dan yang mendorong Santi datang menjalani hipnoterapi karena ada satu bagian diri Santi yang pernah punya pengalaman tersakiti oleh mantan suaminya.

Ia tidak ingin menyakiti istri Toni meskipun hubungan mereka belum terungkap atau tertangkap basah kala berdua. Meskipun sudah cukup lama “berpacaran”, ia mengakui kalau dirinya sangat menjaga agar tidak melakukan hubungan suami istri.

Kita mundur ke belakang, rumah tangga Santi bubar karena mantan suaminya memperistri wanita selingkuhannya. Sebelum keduanya cerai, mantan suaminya sering melakukan kekerasan verbal.

Santi merasa tidak dihargai, tidak diinginkan, dan merasa tidak dicintai padahal menurut Santi, ia sudah menjalankan peran istri dan ibu yang baik. Apa yang Santi lakukan untuk suami dan keluarganya tidak pernah diapresiasi. Meskipun dapat perlakuan buruk dari suaminya, Santi disayang oleh ibu mertua, sayangnya mantan suami tidak peduli lagi dengan ibunya juga Santi.

Karena kesadaran Santi untuk lepas dari Toni, akhirnya ia putuskan kelekatan dengan Toni. Ia putuskan hubungan secara emosional, fisik dan sensasi yang pernah ia rasakan kala toni menyentuhnya dan segala perlakuan baik Toni padanya.

Dari hancurnya rumah tangga Santi, ada pembelajaran tentang bahasa kasih yang tidak dikenali. Santi bisa lengket dengan Toni karena baterai kasihnya terus dicas. Santi merasa dihargai, diinginkan dan dicintai, menurutnya, tutur kata Toni lembut, ramah, dan menghargai Santi seapa adanya. Itulah yang membuat Santi sering menangis dan sulit tidur karena ia harus mengakhiri hubungannya dengan Toni.

"Dari kisah Ani dan Santi, pemebelajaran apa yang Anda dapatkan? Jika Anda punya pengalaman serupa jangan sungkan untuk melakukan konseling dan atau hipnoterapi," ujar Nina Marlina yang memiliki akun Instagram @nina_chandrakirana dan Threads @nina_chandrakirana.

Editor : Eka Rahmawati
#hipnoterapi #wanita #kisah nyata #perselingkuhan