Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Resmi Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis! Ini Daftar Pemeriksaannya!

Tegar Widya Utomo • Selasa, 5 Agustus 2025 | 09:41 WIB
Cek Kesehatan Gratis
Cek Kesehatan Gratis

RADAR BOGOR – Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui peluncuran CKG Sekolah yang resmi dimulai pada Senin, 4 Agustus 2025.

Dikutip Radar Bogor dari setneg.go.id pada 5 Agustus 2025, program Cek Kesehatan Gratis menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mencakup sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), madrasah, pesantren, sekolah rakyat, hingga sekolah luar biasa (SLB).

Target keseluruhan dari program Cek Kesehatan Gratis sangat besar, yakni menjangkau lebih dari 53 juta siswa di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa program CKG Sekolah diawali lebih dulu di sekolah rakyat karena sifatnya yang berasrama.

Hingga kini, kegiatan pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan di 72 sekolah rakyat. Pemeriksaan ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi penyakit fisik, tetapi juga menyasar aspek kesehatan mental dan emosional siswa.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, hasil awal dari pelaksanaan program ini cukup mengejutkan. Banyak anak-anak yang diketahui mengalami gangguan kesehatan yang mungkin sebelumnya tidak disadari oleh keluarga atau sekolah.

Keluhan paling umum yang ditemukan sejauh ini adalah masalah kesehatan gigi, gangguan pada penglihatan, serta gejala anemia.

Tak kalah penting, tim medis juga menemukan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan menyebabkan meningkatnya kecemasan di kalangan anak-anak.

Dalam konteks inilah, pemeriksaan kesehatan jiwa menjadi salah satu fokus penting.

Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa selama ini deteksi dini terhadap gangguan mental anak belum optimal.

Oleh sebab itu, dalam program CKG Sekolah ini, pihaknya mulai melakukan pengukuran terhadap tingkat kecemasan dan depresi di kalangan pelajar.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk intervensi lebih awal guna mencegah masalah kesehatan mental yang lebih serius di masa depan.

Maria Endang Sumiwi, selaku Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas di Kementerian Kesehatan, menambahkan bahwa program ini menyasar anak-anak usia 7 hingga 17 tahun.

Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kelompok usia dan jenjang pendidikan agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan kesehatan masing-masing kelompok.

Pemeriksaan difokuskan pada penyakit-penyakit yang memiliki beban tinggi di masyarakat serta yang sering dialami anak-anak dan remaja.

Untuk siswa di tingkat SD atau sederajat (usia 7–12 tahun), pemeriksaan mencakup status gizi, tekanan darah, gula darah, kesehatan gigi dan mata, deteksi TBC, hepatitis B, hingga kesehatan jiwa dan reproduksi, terutama bagi siswa kelas 4 hingga 6.

Selain itu, juga ada skrining riwayat imunisasi bagi siswa kelas 1.

Sementara itu, pelajar SMP atau sederajat (usia 13–15 tahun) mendapatkan tambahan pemeriksaan seperti anemia, talasemia, serta riwayat imunisasi HPV bagi siswi kelas 9.

Pemeriksaan di tingkat ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit yang mulai muncul pada masa remaja awal.

Untuk siswa SMA atau sederajat (usia 16–17 tahun), jenis pemeriksaannya kurang lebih sama dengan tingkat SMP, namun dengan penekanan lebih besar pada deteksi dini penyakit kronis dan reproduksi.

Misalnya, pada siswi kelas 10 akan dilakukan tes anemia, dan seluruh siswa akan diperiksa terkait risiko hepatitis B dan C, serta status kesehatan mental mereka.

Secara keseluruhan, CKG Sekolah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menyadari pentingnya intervensi dini terhadap masalah kesehatan, baik fisik maupun mental, pada anak-anak dan remaja.

Program ini juga menjadi salah satu upaya sistematis dalam menciptakan generasi muda yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan cakupan yang luas serta perhatian pada kesehatan holistik, program ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam menciptakan sistem layanan kesehatan preventif di lingkungan sekolah.

Pemerintah pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk guru dan orang tua, untuk mendukung keberlanjutan program ini agar setiap anak Indonesia dapat tumbuh optimal secara fisik maupun mental.***

Editor : Eli Kustiyawati
#cek kesehatan gratis #CKG #budi gunadi sadikin #menteri kesehatan