Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri Sosial Gus Ipul Buka Sekolah Rakyat Lengkap di Ponorogo, dari SD sampai SMA Hadir!

Tegar Widya Utomo • Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:03 WIB
Gus Ipul selaku Menteri Sosial resmikan Sekolah Rakyat lengkap di Ponorogo
Gus Ipul selaku Menteri Sosial resmikan Sekolah Rakyat lengkap di Ponorogo

RADAR BOGOR – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, meresmikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo pada Senin, 4 Agustus 2025.

Dikutip Radar Bogor dari kemensos.go.id pada 5 Agustus 2025, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) berlokasi di area UPT Sentra Industri Ponorogo, Jawa Timur, dan menjadi tonggak penting bagi hadirnya Sekolah Rakyat pertama di Ponorogo yang menawarkan tiga jenjang pendidikan dalam satu kompleks: Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

Kehadiran Gus Ipul dalam peresmian ini turut didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, serta sejumlah pejabat kementerian lainnya.

Gus Ipul dan Agus Jabo disambut oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita.

Para wali murid yang hadir tampak begitu haru dan meneteskan air mata bahagia karena anak-anak mereka kini memiliki akses pendidikan yang lebih baik dan layak.

Usai membuka acara, Gus Ipul berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di SRT 5 Ponorogo.

Ia mengamati ruang-ruang kelas, melihat kondisi asrama putra, serta menyempatkan mampir ke kandang ayam yang dibangun di belakang sekolah.

Peternakan kecil ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menyediakan pelatihan vokasional bagi siswa-siswi sekolah.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat miskin.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan dan bisa menjadi sumber harapan besar bagi keluarga-keluarga yang selama ini termarjinalkan.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan gagasan dari Presiden Prabowo, yang ingin memastikan seluruh warga, terutama yang kurang mampu, mendapatkan pendidikan bermutu.

Baca Juga: Prodi D3 Kebidanan Selenggarakan Pembekalan PKK I Untuk Mahasiswa, Umbara Bakal Buka Fakultas Kedokteran

Menurut Gus Ipul, tahun 2025 akan menjadi tahun ekspansi besar bagi Sekolah Rakyat.

Ia merencanakan pengoperasian Sekolah Rakyat di 159 titik dengan kapasitas menampung lebih dari 15.000 siswa.

Dari jumlah tersebut, 25 sekolah akan mengusung model terintegrasi seperti SRT 5 Ponorogo, yang mencakup jenjang SD hingga SMA.

SRT 5 Ponorogo sendiri memiliki kapasitas 125 siswa yang terbagi dalam satu kelas SRD, dua kelas SRMP, dan dua kelas SRMA, dengan dukungan dari 20 tenaga pendidik, 5 wali asuh, dan 1 wali asrama.

Bupati Sugiri dalam sambutannya mengajak para guru untuk mengajar bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan ketulusan hati.

Ia menekankan bahwa pendidikan yang diajarkan dengan cinta akan mencetak generasi unggul.

Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari para guru. Kepala SRT 5 Ponorogo, Devi Tri Candrawati, bahkan membacakan puisi bertema cinta dalam pendidikan berjudul Pelukan Terindah di Sekolah Rakyat.

Dalam momen ini, beberapa siswa turut berbagi kisah mereka.

Azriel Nur Gunadarma, seorang siswa berusia 12 tahun, membacakan surat berisi ucapan terima kasih kepada Gus Ipul.

Ada juga Lailatusifa Fauziah yang bercita-cita menjadi guru olahraga dan senang tinggal di asrama karena memiliki banyak teman baru.

Alfian Fajar Nurmaulana, putra seorang penarik becak, mengaku sangat bersyukur bisa kembali melanjutkan sekolah.

Bagas Alur Nur Wirayudha, yang hampir putus sekolah karena orang tuanya hanya berjualan kue basah, kini bersemangat belajar kembali.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Paragon 2025 Resmi Dibuka, Cek Persyaratan PSP Excellence di Sini

Siti Fatimah, ibu dari Sandy Alfian Nurul Huda, merasa sangat bersyukur anaknya yang bercita-cita menjadi polisi mendapat kesempatan belajar di SR.

Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak hanya hadir di Ponorogo, tetapi juga sudah dibuka di banyak daerah lain di Indonesia, seperti Cirebon, Banyuwangi, Pasuruan, Sumedang, Jember, Probolinggo, Jombang, Banjarbaru, Aceh Selatan, dan masih banyak lagi.

Ini menunjukkan bahwa inisiatif Sekolah Rakyat semakin luas dan menjangkau berbagai penjuru Tanah Air.

Sebelum menutup pidatonya, Gus Ipul memaparkan tiga prinsip utama dalam pengelolaan Sekolah Rakyat.

Prinsip tersebut antara lain: memuliakan kaum dhuafa, menjangkau yang belum terjangkau, dan menciptakan kemungkinan dari hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari kekerasan fisik, perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi.

Gus Ipul menambahkan bahwa Sekolah Rakyat dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penerimaan siswa dilakukan murni berdasarkan data tersebut, tanpa sistem titipan atau pungutan.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak malu dengan status ekonomi mereka, sebab menurutnya kasih sayang Tuhan justru lebih dekat dengan mereka yang tertindas.

Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi jalan pembuka harapan baru bagi anak-anak yang selama ini hidup dalam keterbatasan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Sekolah Rakyat #menteri sosial #gus ipul