RADAR BOGOR - Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama Republik Indonesia melakukan kunjungan langsung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang berlokasi di Jakarta Barat pada Senin, 4 Agustus 2025.
Dikutip Radar Bogor dari kemenag.go.id pada 6 Agustus 2025, kunjungan Menteri Agama tersebut dilakukan dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Cek Kesehatan Gratis itu sendiri saat ini tengah berlangsung serentak di berbagai lembaga pendidikan agama dan keagamaan yang berada di bawah binaan Menteri Agama.
Program Cek Kesehata Gratis ini tidak hanya menyasar lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, tetapi juga melibatkan institusi keagamaan dari agama-agama lain, termasuk Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang dirancang sebagai bentuk kepedulian negara terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya para pelajar dan santri di lingkungan pendidikan agama.
Dalam keterangannya, Menteri Agama menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bukti nyata perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan dan gizi.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan sebuah langkah besar dan progresif yang belum pernah diambil oleh pemimpin negara sebelumnya.
“Kita patut menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo," ujar Nasaruddin Umar
"Sepanjang sejarah Indonesia, belum ada kepala negara yang menunjukkan perhatian sebesar ini terhadap masalah-masalah mendasar masyarakat, khususnya menyangkut kesehatan dan pemenuhan gizi,” lanjut Nasaruddin Umar saat berbicara di hadapan para santri dan pengelola pesantren.
Lebih lanjut, Menteri Agama menyampaikan bahwa kesehatan yang baik serta kecukupan asupan gizi adalah fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar seluruh lembaga pendidikan agama dan keagamaan memanfaatkan dengan optimal dana atau alokasi anggaran untuk makan bergizi (MBG).
Program MBG ini ditujukan untuk menjamin para siswa dan santri menerima asupan makanan yang bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Ia menekankan bahwa membangun Indonesia masa depan yang maju tidak mungkin tercapai tanpa investasi serius pada kualitas SDM.
“Apa yang kita saksikan hari ini adalah langkah yang sangat strategis dan fundamental. Kita sedang mempersiapkan generasi masa depan bangsa. Dan untuk itu, kita butuh manusia yang sehat. Tapi manusia tidak akan sehat tanpa gizi yang cukup,” tegasnya.
Menteri Nasaruddin Umar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kebijakan dan program strategis Presiden Prabowo.
Ia menilai bahwa kebijakan ini tidak semata-mata urusan teknis pemerintahan, tetapi sudah menjadi bagian dari perjuangan yang memiliki nilai spiritual.
“Presiden Prabowo tidak bisa bekerja sendiri. Ia butuh dukungan kita semua. Sebagai Menteri Agama, saya berkomitmen mendukung penuh apa yang beliau inisiasi. Ini adalah perjuangan suci. Lima program prioritas yang beliau jalankan bisa kita maknai sebagai bentuk jihad fisabilillah,” ucapnya mengajak.
Kunjungan dan pernyataan Menteri Agama ini menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk berperan aktif dalam mendukung agenda nasional dalam penguatan SDM melalui sektor kesehatan.
Program CKG dan MBG diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda Indonesia, terutama mereka yang mengenyam pendidikan di lingkungan keagamaan. ***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim