RADAR BOGOR - Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang tidak kunjung cair seringkali membuat orang tua dan siswa bingung.
Salah satu penyebab utamanya adalah kesalahan prosedur dalam aktivasi rekening, terutama bagi siswa yang baru naik dari SMP ke SMA/SMK.
Berikut ini panduan lengkap cara berpindah dari Bank BRI ke Bank BNI, yang kini menjadi penyalur resmi dana PIP untuk jenjang SMA dan SMK.
Kenapa Harus BNI?
Mulai tahun ini, siswa SMA/SMK wajib menggunakan rekening BNI karena pemerintah telah menunjuk bank ini sebagai penyalur utama di jenjang tersebut.
Siswa dari SD dan SMP sebelumnya memang menggunakan BRI, namun saat naik ke SMA/SMK, rekening harus diperbarui.
Prosedur Lengkap Pindah ke BNI:
• Lapor ke Operator Sekolah:
Sebelum 31 Agustus, siswa harus melapor dan meminta agar dinyatakan “layak PIP”.
Ini adalah syarat utama untuk bisa masuk sebagai calon penerima dana bantuan.
• Masuk Daftar Nominasi PIP 2025:
Tanpa status nominasi, siswa tidak bisa mendapatkan nomor rekening dari Puslapdik.
Sistem akan menolak aktivasi jika nama tidak terdaftar dalam nominasi.
• Minta Surat Aktivasi Rekening:
Operator sekolah akan mengunduh surat keterangan aktivasi dari sistem.
Surat ini sudah ditandatangani kepala sekolah dan mencantumkan data penting siswa seperti nama, kelas, dan virtual account dari BNI.
• Aktivasi di Bank BNI:
Siswa membawa surat tersebut ke BNI untuk membuat rekening baru.
Setelah aktivasi, dana bantuan akan langsung masuk ke rekening tersebut bila sudah waktunya pencairan.
Rekening lama dari SD/SMP tidak berlaku lagi di SMA/SMK.
Tidak perlu buat rekening sendiri di BNI jika belum masuk nominasi.
Proses harus diawali dari sekolah, bukan dari bank.***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim