RADAR BOGOR - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H. R. Muhammad Syafii menyampaikan, pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan perwujudan dari janji dan kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesehatan generasi muda Indonesia.
Dikutip Radar Bogor dari kemenag.go.id pada 6 Agustus 2025, menurut Romo Syafii selaku wakil Menteri Agama, program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu bentuk konkret dari keseriusan Presiden dalam mempersiapkan masa depan bangsa dengan menjaga kesehatan para pelajar sejak dini.
Wakil Menteri Agama mengatakan bahwa Presiden Prabowo memiliki keyakinan kuat bahwa kualitas masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan generasi mudanya saat ini.
Karena itulah, layanan kesehatan bagi anak-anak dan remaja harus diberikan secara maksimal.
Dalam tahap awal pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren Al-Amanah, sebanyak 400 santri tingkat SMA menjalani pemeriksaan kesehatan.
Jumlah ini merupakan bagian dari total 1500 santri yang akan menjalani proses pemeriksaan secara bertahap.
Program ini melibatkan dukungan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo yang membantu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan sistematis.
Lebih lanjut, Romo Syafii menjelaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
Setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih dahulu diluncurkan, Cek Kesehatan Gratis hadir sebagai inisiatif lanjutan yang berfokus pada aspek kesehatan preventif.
Tujuan utama dari program Cek Kesehatan Gratis adalah untuk mendorong deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan yang mungkin dialami anak usia sekolah, serta memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, baik di lingkungan madrasah, sekolah umum, maupun pesantren.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut memiliki dua jenis tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan.
Apabila santri atau siswa dinyatakan sehat, mereka akan diberikan edukasi tambahan berupa panduan mengenai gaya hidup dan pola makan yang sehat.
Sebaliknya, jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya potensi gangguan kesehatan, maka peserta akan langsung dirujuk untuk mendapatkan layanan lanjutan di fasilitas kesehatan yang tersedia.
Romo Syafii juga menegaskan bahwa rujukan untuk pemeriksaan lanjutan akan menggunakan skema pembiayaan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Dalam hal ini, ia mengimbau para kepala daerah untuk memastikan seluruh warga di wilayah mereka sudah terdaftar sebagai peserta BPJS.
Dengan demikian, jika anak-anak perlu dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, seluruh biaya perawatan dapat ditanggung oleh BPJS tanpa membebani keluarga.
Sasaran dari program Cek Kesehatan Gratis sangat luas, yakni anak-anak usia sekolah antara 7 hingga 17 tahun.
Program ini tidak membedakan antara anak-anak yang bersekolah di institusi negeri maupun swasta, di sekolah umum ataupun lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren.
Bahkan anak-anak yang tidak terdaftar di lembaga pendidikan formal tetap menjadi bagian dari target penerima manfaat program ini.
Kegiatan peluncuran program Cek Kesehatan Gratis ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting.
Di antaranya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah Nurcholis Mis’ah, Wakil Bupati Sidoarjo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo Mimik Idayana, Staf Khusus Menteri Agama Sutomo, serta Staf Ahli Kementerian Kesehatan Bayu Teja.
Dalam acara tersebut, turut hadir pula sejumlah pejabat dari Kementerian Agama serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap bahwa kesehatan para pelajar dan santri dapat lebih terjamin, sekaligus mendorong terciptanya generasi muda Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ***