Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cek Kesehatan Gratis: Menteri Agama Nasaruddin Umar Pastikan 12 Juta Lebih Siswa Pendidikan Agama Terlayani

Tegar Widya Utomo • Jumat, 8 Agustus 2025 | 04:25 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar pastikan semua siswa pendidikan agama terlayani
Menteri Agama Nasaruddin Umar pastikan semua siswa pendidikan agama terlayani

RADAR BOGOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai digelar pada Senin, 4 Agustus 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun madrasah, pesantren, atau lembaga pendidikan agama yang tertinggal dari pelaksanaan program ini.

Dalam hal ini, Menteri Agama meminta kepada seluruh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) di tingkat kabupaten dan kota untuk aktif mengawasi dan memastikan program berjalan sesuai harapan di daerah masing-masing.

Dikutip Radar Bogor dari kemenag.go.id pada 6 Agustus 2025, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Asshidiqiyah di Jakarta Barat untuk memantau langsung pelaksanaan CKG, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ia tidak segan-segan memanggil para pimpinan Kemenag di wilayah jika ditemukan adanya satuan pendidikan keagamaan yang belum tersentuh program ini.

Program CKG merupakan salah satu bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Agama memiliki peran penting dalam pelaksanaan program ini, khususnya yang menyasar institusi pendidikan berbasis agama.

Menurut Menteri Nasaruddin, keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen dan pengawasan aktif dari para pemangku kepentingan di daerah.

Ia menambahkan bahwa jika ada lembaga pendidikan agama yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap pelaksanaan program ini, maka pihaknya akan memberikan perhatian khusus terhadap lembaga tersebut.

Kementerian Agama mencatat bahwa terdapat lebih dari 12,5 juta peserta didik yang berada di bawah naungannya, yang semuanya menjadi sasaran dalam program CKG ini.

Angka tersebut terdiri atas lebih dari 9,1 juta siswa madrasah, sekitar 3,3 juta santri pondok pesantren, serta ribuan siswa dari lembaga pendidikan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Program ini tidak hanya menyasar madrasah dan pesantren, tetapi juga mencakup institusi pendidikan dari berbagai agama lainnya seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Menteri Agama menilai pendekatan lintas agama dalam program CKG ini sangat tepat karena menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual dan ibadah dalam semua ajaran agama.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit dari Kementerian Kesehatan, Murti Utami, menyampaikan bahwa program CKG ini ditargetkan untuk menjangkau sekitar 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia, termasuk 12,5 juta siswa yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama.

Ia juga menjelaskan bahwa jenis pemeriksaan kesehatan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kelompok usia siswa.

Untuk siswa tingkat dasar, seperti SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), pemeriksaan meliputi gizi, kesehatan mata, telinga, gigi, tekanan darah, serta pendeteksian penyakit seperti diabetes dan tuberkulosis.

Selain itu, siswa kelas 4 sampai 6 juga diperiksa terkait kebiasaan merokok, aktivitas fisik, serta diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Riwayat imunisasi juga dicocokkan pada siswa kelas 1.

Di jenjang SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTs), jenis pemeriksaan menjadi lebih spesifik.

Murti menyebutkan bahwa siswa kelas 7 diperiksa untuk mengetahui kadar gula darah, anemia, dan kemungkinan talasemia.

Anemia menjadi fokus perhatian khusus karena berisiko memengaruhi kesehatan di masa depan, terutama pada calon ibu.

Sementara itu, siswi kelas 9 mendapatkan imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks.

Pemeriksaan kesehatan mata, telinga, mental, dan reproduksi tetap dilakukan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh.

Pada jenjang pendidikan SMA atau Madrasah Aliyah (MA), pendekatan kesehatan semakin bersifat pencegahan.

Pemeriksaan difokuskan pada anemia pada remaja perempuan, deteksi hepatitis B dan C, serta identifikasi kebiasaan merokok.

Menurut Murti, program CKG ini dirancang tidak hanya untuk menemukan penyakit sejak dini, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan pelajar Indonesia.***

Editor : Eli Kustiyawati
#cek kesehatan gratis #nasaruddin umar #menteri agama