RADAR BOGOR – Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan sebuah inisiatif baru bertajuk Serambi Bimas Islam, yang bertujuan membangun komunikasi dua arah secara langsung antara pemerintah dan masyarakat luas.
Program ini dirancang Kementerian Agama agar dapat lebih mendekatkan layanan keagamaan kepada publik dengan pendekatan yang inklusif dan humanis, terutama dalam suasana santai dan terbuka seperti Car Free Day (CFD) yang rutin digelar di Jakarta.
Lokasi penyelenggaraannya berada di area CFD, tepat di sisi timur Gedung Kementerian Agama yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Program ini akan mulai bergulir pada 24 Agustus 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun 2025.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dua minggu sekali pada hari Minggu pagi.
Setiap pelaksanaan Serambi Bimas Islam akan diisi dengan kegiatan yang bervariasi, antara lain dialog interaktif, bincang santai, siaran podcast, dan talkshow yang membahas tema-tema keislaman serta layanan keagamaan secara umum.
Tujuannya adalah agar masyarakat dari berbagai kalangan—baik agama, usia, profesi, maupun latar belakang budaya—dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai layanan-layanan yang disediakan oleh Kementerian Agama.
Abu Rokhmad menambahkan bahwa program ini juga menjadi ajang bagi setiap direktorat di bawah naungan Ditjen Bimas Islam untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat.
Masing-masing direktorat akan bergiliran hadir di setiap sesi untuk menyuguhkan konten edukatif dan dialogis yang relevan dengan tugas dan fungsi mereka.
Contohnya, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah akan menyampaikan informasi mengenai layanan keagamaan berbasis syariah, pembinaan pemahaman agama, kegiatan masjid, hingga pustaka Islam.
Sementara itu, Direktorat Penerangan Agama Islam akan menyampaikan materi terkait penyuluhan keagamaan, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kegiatan dakwah, peran organisasi masyarakat Islam, serta seni budaya bernuansa religius.
Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah juga ambil bagian dengan mengangkat tema layanan Kantor Urusan Agama (KUA), bimbingan pranikah, serta program penguatan keluarga harmonis.
Selain itu, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf akan hadir untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi zakat dan wakaf, tata kelola lembaga amil zakat, dan program-program ekonomi berbasis pengelolaan zakat serta wakaf.
Tak ketinggalan, Direktorat Jaminan Produk Halal yang merupakan bagian baru dari struktur Ditjen Bimas Islam juga akan berkontribusi dengan menyosialisasikan informasi terkait peraturan produk halal dan penguatan sistem halal nasional di tengah masyarakat.
Nama Serambi Bimas Islam sendiri diambil dari istilah "serambi" yang memiliki akar budaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Serambi secara tradisional merupakan bagian rumah atau masjid yang terbuka, tempat orang berkumpul, berdiskusi, dan berbagi informasi.
Abu Rokhmad mengatakan bahwa semangat inilah yang ingin dihidupkan kembali: menjadikan ruang publik sebagai tempat dialog antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam isu-isu keagamaan.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kehadiran program ini adalah bentuk nyata keterbukaan pemerintah—khususnya Kementerian Agama—dalam memberikan pelayanan yang lebih mudah diakses, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan umat.
Hal ini juga sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi kehidupan beragama masyarakat.
Dengan peluncuran Serambi Bimas Islam, Kementerian Agama berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya akses terhadap layanan keagamaan yang informatif dan bersahabat.
Pendekatan yang dilakukan di ruang terbuka seperti CFD menjadikan layanan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga lebih membumi dan membaur dengan kehidupan sehari-hari warga.***
Editor : Eli Kustiyawati