RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan, kedaulatan pangan merupakan fondasi utama yang menentukan masa depan bangsa.
Menurut Presiden Prabowo, merdeka sejati tidak akan pernah tercapai jika suatu negara tidak mampu memproduksi dan mengamankan kebutuhan pangannya sendiri.
Dikutip Radar Bogor dari presidenri.go.id pada 8 Agustus 2025, dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan keyakinan yang sudah lama ia pegang, bahwa keberhasilan menguasai produksi pangan akan memastikan keamanan dan kesejahteraan rakyat.
Presiden Prabowo juga menekankan selama kebutuhan pangan dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri, maka Indonesia akan tetap aman dari ancaman ketidakstabilan.
Sejarah, kata Presiden Prabowo, sudah berulang kali membuktikan bahwa tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika bergantung pada pangan dari luar negeri.
Ketergantungan pada impor justru membuka peluang intervensi asing yang bisa merugikan kedaulatan negara. Ia mengingatkan bahwa pangan sering kali dijadikan senjata untuk melemahkan atau bahkan merusak suatu bangsa.
Karena itu, Presiden Prabowo menegaskan penguasaan sektor pangan merupakan strategi yang sangat vital bagi pertahanan dan masa depan Indonesia.
Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa syukur atas capaian pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari transisi kepemimpinan yang mulus dari Presiden ke-7 Joko Widodo, sehingga berbagai program strategis dapat berlanjut tanpa hambatan berarti.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari kementerian, aparat keamanan, hingga lembaga penegak hukum yang telah berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja sama kolektif.
Menteri Pertanian mendapatkan dukungan penuh dari kementerian lain, termasuk dorongan dari Menteri Keuangan, bantuan dari TNI dan Polri, serta pengawalan hukum dari Kejaksaan.
Menurutnya, kerja lintas sektor ini sangat penting mengingat adanya pihak-pihak di dunia ekonomi yang memiliki agenda berbeda dengan kepentingan nasional.
Ia mengkritik sebagian pelaku ekonomi yang hanya mengejar keuntungan pribadi tanpa mempedulikan kesejahteraan rakyat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada upaya yang merugikan masyarakat luas demi kepentingan segelintir kelompok.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kabinet yang dipimpinnya tidak akan mudah ditipu atau diakali, dan akan terus bersikap realistis dalam mengambil keputusan demi kepentingan rakyat.
“Kita ingin bersikap adil dan memberi kesempatan bagi semua pihak, namun kita tidak akan membiarkan rakyat Indonesia terus-menerus dimiskinkan,” tegas Presiden Prabowo di hadapan jajaran menteri yang dilansir dari presidenri.go.id.
Menutup pengantarnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan tetap berpegang pada jalur yang benar untuk membangun kekuatan pangan nasional.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa cadangan pangan pemerintah saat ini adalah yang terbesar dalam sejarah Indonesia, sementara nilai tukar petani menunjukkan tren positif.
Menurutn Presiden Prabowo, capaian ini menjadi bukti bahwa arah kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam bidang pangan sudah berada di jalur yang tepat.
Dengan komitmen ini, Presiden Prabowo berharap ketahanan pangan Indonesia dapat semakin kokoh, sehingga bangsa ini mampu berdiri tegak tanpa bergantung pada pihak luar.
Ia menegaskan, selama produksi pangan dalam negeri terus diperkuat, Indonesia akan memiliki pijakan yang kokoh untuk melangkah maju sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat. ***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim