RADAR BOGOR – Ustadz Dasad Latif menceritakan pengalaman tak mengenakkan ketika berusaha mencairkan tabungannya di salah satu bank milik pemerintah.
Pendakwah yang kerap disapa Ustadz Dasad Latif itu mengisahkan, ia datang ke bank dengan tujuan mulia untuk membayar pembelian besi dan semen demi pembangunan masjid.
Namun, setibanya di sana, Ustadz Dasad Latif justru mendapatkan kabar mengejutkan bahwa rekening tabungannya diblokir karena tidak aktif selama tiga bulan.
“Saya datang mau ambil uang untuk bayar material masjid. Eh, sampai di bank malah dikasih tahu rekening saya diblokir. Alasannya karena tidak aktif tiga bulan. Katanya supaya menghindari hal-hal negatif,” ungkap Ustadz Dasad Latif dalam keterangannya, yang disampaikan penuh rasa heran.
Menabung Tapi Malah Dibekukan
Ustadz Dasad lantas mempertanyakan logika kebijakan tersebut.
Ia menilai, selama ini pemerintah gencar mengajak masyarakat untuk giat menabung, namun ironisnya, simpanan yang dibiarkan mengendap justru berujung pada pemblokiran rekening.
“Namanya menabung ya disimpan. Kalau setiap hari diambil, itu namanya bukan nabung tapi nyimpan di dompet. Kok malah diblokir?” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa uang yang ia simpan tidaklah banyak, namun keberadaannya sangat penting untuk membiayai pembangunan masjid yang sedang ia rintis.
Kritik Elegan untuk Pemerintah
Meski menyampaikan kritik tajam, Ustadz Dasad tetap menegaskan bahwa dirinya memahami niat pemerintah dalam menerapkan kebijakan tersebut.
Hanya saja, menurutnya, cara pelaksanaannya tidak elegan dan justru membuat masyarakat kecil resah.
“Saya tahu niatnya baik, tapi caranya yang tidak elegan. Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri, digaji negara, tapi kebijakan yang dibuat malah menyusahkan rakyat kecil?” sindirnya.
Ustadz asal Makassar ini juga mengingatkan bahwa tujuan utama negara adalah melayani masyarakat.
Pemblokiran rekening, apalagi untuk alasan yang tidak disosialisasikan dengan baik, berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan.
Menutup pernyataannya, Ustadz Dasad berharap kejadian ini hanya menimpa dirinya dan tidak dialami masyarakat yang kondisinya lebih sulit.
Ia menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan adalah masukan, bukan perlawanan terhadap pemerintah.
“Jangan anggap ini teror atau permusuhan. Anggaplah ini masukan dari rakyat untuk memperbaiki sistem. Kalau niatnya baik, pasti Allah tunjukkan jalan yang baik,” tutupnya.***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim