RADAR BOGOR - Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), biaya transportasi menjadi salah satu komponen pengeluaran bulanan terbesar bagi masyarakat di sejumlah kota di Indonesia. Menariknya, yang termahal ada di Jawa Barat.
Kota di Jawa Barat dengan biaya transportasi termahal itu, adalah Kota Depok.
Kota Depok Jawa Barat menempati posisi pertama, sebagai kota dengan biaya transportasi paling mahal, dengan persentase pengeluaran mencapai 16,32% dari total pengeluaran bulanan warganya.
Baca Juga: DESTANA dan Karang Taruna Desa Bantarsari Bantu Bersihkan Sisa Banjir di Desa Cimulang Bogor
1. Depok – 16,32%
2. Bekasi – 14,02%
3. Surabaya – 13,61%
4. Bogor – 12,54%
Baca Juga: Info Terbaru, Kemensos Ungkap Langkah Penyelesaian Bansos Tidak Tepat Sasaran, Gus Ipul: Kalau Tidak Sesuai Kita Akan Coret
5. Jayapura – 12,45%
6. Jakarta – 11,82%
7. Makassar – 11,52%
8. Balikpapan – 11,51%
9. Banjarmasin – 11,09%
Baca Juga: Indocement Rayakan 50 Tahun Kontribusi untuk Negeri, Selamanya Kokoh Terpercaya dengan Menghadirkan Produk Ramah Lingkungan
10. Surakarta – 10,27%
Mengapa Ongkos Transportasi di Depok Tertinggi?
Selain jarak tempuh yang relatif jauh ke pusat aktivitas ekonomi seperti Jakarta, tingkat kemacetan yang tinggi membuat waktu perjalanan lebih lama dan biaya operasional kendaraan meningkat.
Baca Juga: Mahasiswi IPB Ngeluh Soal Angkot di Bogor ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Beri Respons Seperti Ini
Bagi pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan pulang-pergi ke ibu kota, biaya transportasi bisa menjadi beban yang cukup signifikan.
Kota Besar Lain Tak Lepas dari Masalah
Kota besar seperti Bekasi, Surabaya, dan Bogor juga menempati peringkat atas.
Baca Juga: Mempermudah Layanan, Mengikis Jarak: Program Inovatif Gebyar Pelayanan Terpadu Sapa Warga Bogor
Meski memiliki sarana transportasi publik yang lebih beragam dibandingkan kota-kota di Indonesia timur, tarif yang diterapkan dan kebutuhan perjalanan jarak jauh tetap membuat pengeluaran transportasi membengkak.
Di sisi lain, Jayapura sebagai salah satu kota di Papua masuk lima besar dengan angka 12,45%.
Letak geografis dan keterbatasan akses jalan membuat biaya transportasi di kota ini relatif mahal, baik untuk kendaraan pribadi maupun umum.
Baca Juga: Respons Gubernur Jawa Barat Usai Dengar Keluhan Warga Desa Cikarawang Soal Jalan, Dedi Mulyadi Perintahkan Bupati Bogor Segara Lakukan Ini
Dampak Terhadap Ekonomi Rumah Tangga
Tingginya proporsi pengeluaran transportasi dapat mengurangi alokasi dana untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan tabungan.
Pemerintah daerah bersama Kemenhub diharapkan dapat merumuskan kebijakan untuk mengurangi beban ini, misalnya melalui subsidi tarif angkutan umum, peningkatan akses transportasi publik, atau pembangunan infrastruktur jalan yang lebih efisien.