Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Edi Sutrisno, Pengemudi Bajaj yang Ikut Rayakan 17 Agustus di Istana Merdeka, Begini Ceritanya

Tegar Widya Utomo • Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:42 WIB
Edi Sutrisno, pengemudi bajaj yang diundang ikut ucapara HUT ke 80 Indonesia di Istana Merdeka.
Edi Sutrisno, pengemudi bajaj yang diundang ikut ucapara HUT ke 80 Indonesia di Istana Merdeka.

RADAR BOGOR - Sejumlah profesi diundang Presiden Prabowo Subianto untuk mengikuti upacara HUT ke 80 Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka. Salah satunya pengemudi bajaj bernama Edi Sutrisno.

Edi Sutrisno sendiri merupakan seorang pengemudi bajaj asal Solo yang diundang ke Istana Merdeka oleh Presiden.

Edi Sutrisno yang sehari-harinya bekerja mengangkut penumpang di jalanan ibu kota dengan bajaj mengaku, tak pernah membayangkan dirinya bisa masuk ke halaman Istana Merdeka, apalagi untuk menghadiri momen sebesar peringatan kemerdekaan.

Saat menerima undangan resmi, ia merasa terharu sekaligus bangga.

Baginya, kesempatan tersebut adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa dapat undangan dari Presiden. Biasanya saya hanya melihat Istana Kepresidenan dari balik kemudi bajaj, sekarang bisa masuk dan ikut menghormati jasa pahlawan,” tutur Edi dengan penuh semangat.

Tidak hanya Edi, kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Achmad Baicquni, seorang sopir Transjakarta.

Meski baru enam bulan mengabdi sebagai pramudi bus kota tersebut, Achmad mendapat kehormatan untuk menjadi saksi langsung peringatan hari kemerdekaan.

Undangan itu datang begitu saja, membuatnya sempat tidak percaya.

Edi Sutrisno mengaku sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang memberikan kesempatan istimewa tersebut.

"Saya benar-benar kaget saat menerima undangan. Rasanya tidak pernah membayangkan bisa masuk ke Istana Kepresidenan untuk upacara sebesar ini. Terima kasih banyak Pak Presiden,” ujar Edi Sutrisno dengan raut wajah berbinar yang dilansir dari presidenri.go.id.

Cerita lain datang dari Siti Kholiso, seorang petugas PPSU yang setiap hari bertugas membersihkan area sekitar Istana Merdeka.

Siti biasanya hanya bekerja di balik pagar, menyapu jalanan yang dilewati tamu-tamu penting negara.

Namun tahun ini, ia justru menjadi salah satu tamu yang diundang resmi.

Momen tersebut ia sebut sebagai pengalaman paling berharga sepanjang hidupnya.

“Saya biasanya hanya bekerja di luar pagar, tapi kali ini diundang langsung untuk masuk ke dalam Istana Kepresidenan sebagai tamu. Rasanya campur aduk antara bangga dan terharu. Terima kasih banyak Pak Presiden,” ungkap Siti dengan mata berkaca-kaca.

Hadirnya sosok-sosok sederhana seperti Edi, Achmad, dan Siti di upacara kemerdekaan tahun 2025 menambah warna tersendiri pada peringatan 17 Agustus.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya milik pejabat atau kalangan tertentu, melainkan hak semua rakyat Indonesia.

Dengan melibatkan berbagai profesi, mulai dari pengemudi bajaj, sopir Transjakarta, hingga petugas kebersihan, Presiden ingin menegaskan pesan bahwa bangsa ini dibangun atas kerja keras dan peran semua lapisan masyarakat.

Upacara di Istana Kepresidenan kali ini pun diharapkan dapat menjadi simbol nyata kebersamaan dan kesetaraan.

Semangat 17 Agustus bukan sekadar mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menghidupkan kembali rasa persatuan yang melampaui perbedaan profesi, status sosial, dan latar belakang.

Dengan kebersamaan itulah, cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan delapan puluh tahun lalu akan terus hidup di hati seluruh rakyat Indonesia.

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#istana merdeka #Edi Sutrisno #bajaj