RADAR BOGOR - Bantuan sosial (bansos) reguler seperti PKH dan BPNT mulai terus mengalami perubahan penyaluran dari pemerintah.
Namun, penyaluran bansos PKH BPNT kali ini tidak bisa dilepaskan dari proses pemutakhiran data terbaru yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menteri Sosial dalam keterangannya soal bansos PKH BPNT menyebutkan, bahwa pihaknya masih menunggu hasil updating data dari BPS, yang dijadwalkan rampung pekan ini.
Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025, Dinkes Kota Bogor Temukan 185 Warga Positif HIV
Data tersebut akan menjadi acuan utama untuk menentukan siapa saja yang masih berhak mendapatkan bansos.
Penyaluran Bertahap, Mulai Sedikit hingga Meluas
Bantuan ini dari Juli hingga September.
Namun, pencairannya tidak sekaligus serentak, melainkan dilakukan bertahap.
Baca Juga: Sudah Dua Pekan, Pembukaan Jalur Motor di Jalan Saleh Danasasmita Kota Bogor Masih Ngambang
Tapi bulan ini, baru beberapa yang menerima. Sisanya diperkirakan di pertengahan hingga akhir September.
Model pencairan bertahap ini dilakukan agar bank penyalur, sistem administrasi, serta verifikasi lapangan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan penumpukan antrean.
Hanya Desil 1 hingga 4 yang Berhak
Berdasarkan skema yang disusun BPS, penerima bantuan akan dipilah berdasarkan kategori desil 1 hingga desil 10.
Hanya warga yang berada di desil 1 sampai 4 yang dipastikan akan menerima bansos. Hal ini menandakan adanya seleksi ketat.
Baca Juga: Apes! Gagal Nyopet di SSA Kebun Raya Bogor, Pelaku Diciduk Polisi di Pintu Tol Ciawi
Mereka yang semula berada di kategori penerima bisa saja dicoret karena hasil pemutakhiran menunjukkan kondisi ekonomi mereka sudah lebih baik.
Kabar Buruk: Banyak KPM Berpotensi Dicoret
Kabar buruk menyertai pencairan kali ini. Ada potensi besar banyak KPM yang sebelumnya menerima di tahap kedua, namun di tahap ketiga ini tidak lagi mendapatkan bansos.
Fenomena ini disebabkan oleh pergeseran desil hasil pemutakhiran data.
Baca Juga: Kemensos Verifikasi 30 Juta Penerima 2025, Banyak Dana Dialihkan, Pengaruhi Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 3
Misalnya, keluarga yang semula berada di desil 2 kini bergeser ke desil 5, sehingga otomatis tidak lagi berhak menerima bantuan.
KPM Burekol Masih Menunggu
Selain persoalan pencairan reguler, ada pula masalah penerima kategori Burekol (KPM dengan data bermasalah di kependudukan, perbankan, maupun dukcapil).
Baca Juga: Andre Onana Tak Dibawa dalam Skuad Hadapi Arsenal, Manchester United Buka Peluang Beli Kiper Baru?
Untuk saat ini, hingga 18 Agustus 2025, saldo KKS dipastikan masih kosong.
Masyarakat diimbau tidak perlu bolak-balik mengecek ATM karena penyaluran memang belum dimulai.
Dengan pemutakhiran data ini, pemerintah berharap bansos lebih tepat sasaran, mengurangi salah sasaran, dan benar-benar membantu masyarakat miskin ekstrem.