Ada Apa dengan 3 Menit di Kota Bandung? Semua Warga Serempak Menghentikan Aktivitas Mereka di Jalan Asia Afrika dan Dago
Kholikul Ihsan• Senin, 18 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Momen Kota Bandung serempak berhenti sejenak untuk menghormati bendera.
RADAR BOGOR - Kota Bandung, mulai dari pengendara kendaraan hingga pejalan kaki, menghentikan aktivitas mereka sejenak, pada Minggu, 17 Agustus 2025, tepat pukul 10.17 WIB, jalanan padat di Jalan Asia Afrika dan Dago Cikapayang mendadak hening, diisi dengan suara khidmat lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Acara tahunan bertajuk "3 Menit untuk Indonesia" di Jalan Asia Afrika dan Dago Kota Bandung ini kembali digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini pengingat kolektif akan perjuangan para pahlawan.
Menurut Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi, kegiatan di Jalan Asia Afrika dan Dago ini sudah menjadi tradisi sebagai wujud rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
“Ini sudah kita lakukan beberapa tahun yang lalu. Intinya, bagaimana upaya kita untuk melanjutkan dan memelihara apa yang sudah direbut oleh para leluhur kita. Minimal dengan mengenang,” ujar Rasdian.
Partisipasi dalam acara ini sangat beragam. Mulai dari komunitas sepeda, instansi pemerintah, hingga warga yang kebetulan melintas, semua ikut ambil bagian.
Momen ini menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan masih bergelora di hati masyarakat.
Momen 3 Menit untuk Indonesia ini memiliki makna yang lebih dalam. Kepala Bidang Ideologi Kesbangpol Kota Bandung, Aswin Sulaeman, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan pengibaran bendera pusaka di Istana Merdeka.
“Momentum ini membuktikan bahwa masyarakat ingin ikut terlibat. Tidak ada istilah orang enggan berpartisipasi,” ujar Aswin.
Aswin menekankan pentingnya persatuan di tengah tantangan yang ada, terutama dengan kepemimpinan yang baru.
“Kita perlukan satu bahasa. Jangan sampai terjadi perpecahan. Bandung harus bersatu, jangan mudah untuk diadu domba,” tambahnya.
Mengenang Jasa Pahlawan dalam 3 Menit
Semangat nasionalisme juga dirasakan oleh Gugum Gumilar, Ketua Komunitas Kampung Film Black Team. Gugum menilai kegiatan ini sangat efektif untuk meningkatkan nasionalisme.
“Jika dahulu para pahlawan berjuang ratusan tahun mengusir penjajah, masa kita malas untuk 3 menit saja untuk menghormati bendera?” ungkapnya.
Gugum mengajak semua masyarakat untuk meluangkan waktu sejenak, karena momen singkat ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.