Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kartu KKS Baru Sudah di Tangan, Tapi Dana Bansos PKH BPNT Tahap 3 Belum Masuk, Inilah Penjelasan Kemensos Terbaru Agustus 2025

Ira Yulia Erfina • Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:39 WIB
Ilustrasi Penyaluran Bansos.
Ilustrasi Penyaluran Bansos.

RADAR BOGOR - Penyaluran bansos PKH dan BPNT kembali menjadi perhatian pada Agustus 2025.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH BPNT peralihan dari pos, maupun KPM baru, sudah mulai berjalan melalui beberapa bank yang ditunjuk.

Namun di sisi lain, masih banyak pertanyaan muncul terkait alasan dana bansos PKH BPNT belum cair serta kepastian pencairan untuk tahap ketiga.

Berikut ini perkembangan terbaru yang berhasil dihimpun.

1. Peran Bank dalam Distribusi Kartu KKS dan Tabungan

Tiga bank utama, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri, telah mulai mendistribusikan kartu KKS beserta buku tabungan.

Penyaluran ini ditujukan bagi penerima manfaat yang sebelumnya menerima bansos lewat PT Pos serta bagi KPM baru yang ditetapkan dalam data terbaru.

Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BNI) dilaporkan belum memberikan laporan resmi mengenai hasil penyaluran mereka, sehingga sebagian KPM yang berada dalam wilayah cakupan bank tersebut masih menunggu kejelasan.

Proses distribusi dilakukan dengan menyesuaikan banyaknya penerima di tiap wilayah.

Jika jumlahnya sedikit, bank biasanya mengundang penerima langsung ke kantor cabang.

Namun jika jumlah penerima banyak, distribusi dilakukan di titik komunitas seperti kantor desa, kelurahan, atau kecamatan.

Bagi KPM dengan kondisi sakit kronis atau tidak mampu hadir, tersedia opsi pengantaran kartu dan buku tabungan langsung ke rumah sehingga mereka tetap terfasilitasi tanpa harus keluar.

2. Mengapa Bantuan Tidak Cair Meski Masih Terdaftar

Banyak keluarga penerima manfaat menanyakan penyebab saldo pada kartu KKS tidak terisi, meski status kepemilikan kartu belum berubah.

Berdasarkan data terbaru dari sistem DTSEN, ada dua penyebab utama mengapa status KPM bisa berubah menjadi tidak lagi menerima bantuan.

Pertama adalah status exclude dengan keterangan “tidak ada komponen”, yang umumnya dialami oleh penerima PKH.

Hal ini terjadi ketika keluarga sudah tidak memiliki anggota yang sesuai syarat, misalnya anak sekolah, balita, penyandang disabilitas, atau lansia.

Selain itu, ada pula status exclude yang timbul dari proses evaluasi terbaru atas peringkat kesejahteraan keluarga.

Kondisi ini tidak selalu memerlukan survei lapangan karena sistem sudah menggabungkan data dari berbagai sumber, termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan data subsidi BBM PLN.

Jika sebuah keluarga dinilai sudah berada pada kategori lebih sejahtera berdasarkan data tersebut, maka hak mereka atas bantuan bisa dihentikan secara otomatis meski sebelumnya rutin menerima.

3. Status Tahap Ketiga yang Masih Ditunggu

Tahap ketiga penyaluran PKH dan BPNT, yang seharusnya mencakup bulan Juli, Agustus, dan September, masih jadi sorotan.

Hingga tanggal 20 Agustus 2025, laporan di DTSEN memperlihatkan kondisi tanpa perubahan, sehingga dana bantuan belum tersalurkan.

Kemensos saat ini masih berfokus menuntaskan distribusi bansos tahap kedua yang belum rampung di beberapa daerah.

Perkiraan sementara, pencairan tahap ketiga akan dimulai pada awal September, baik pada pekan pertama maupun kedua, setelah penyaluran tahap sebelumnya dinyatakan selesai.

KPM juga diingatkan untuk tidak terlalu sering mengecek saldo di kartu KKS, sebab pencairan dilakukan serentak sesuai jadwal resmi sehingga pengecekan berulang tidak akan mengubah status sebelum dana benar-benar masuk.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh