RADAR BOGOR – Beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos terkejut saat melihat saldo Rp600.000 tiba-tiba masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pertanyaan pun muncul, bansos apa yang sebenarnya dicairkan pemerintah pada periode ini?
Berdasarkan data resmi Kemensos, ada tiga kemungkinan utama sumber dana bansos tersebut.
1. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) adalah bantuan berkala yang diberikan melalui saldo digital untuk membeli bahan pokok.
Normalnya, setiap bulan penerima mendapatkan Rp200.000, tetapi pencairan kerap dilakukan sekaligus untuk beberapa bulan.
Untuk periode Juli hingga September 2025, pencairan rapel bisa mencapai total Rp600.000.
Sejak pertengahan tahun ini, sebagian besar penerima BPNT menerima dana melalui KKS di bank Himbara, menggantikan mekanisme lama lewat PT Pos.
Kemungkinan utama, angka Rp600.000 yang terlihat merupakan rapelan BPNT selama tiga bulan.
2. Program Keluarga Harapan (PKH)
Selain BPNT, PKH juga menjadi kandidat penyebab saldo Rp600.000. PKH diberikan secara tunai sesuai kategori penerima, mulai dari ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, hingga penyandang disabilitas.
Nominalnya bervariasi antara Rp225.000 hingga Rp750.000. Dalam kasus ini, angka Rp600.000 kemungkinan berasal dari kombinasi bantuan untuk anak sekolah, misalnya gabungan anak SD Rp225.000 dan anak SMP Rp375.000.
3. Bantuan Atensi
Alternatif lain adalah Bantuan Atensi, khusus diberikan untuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Penyaluran dilakukan per tiga bulan, sehingga penerima langsung mendapatkan Rp600.000 sekaligus.
Bantuan ini ditujukan untuk segmen penerima yang lebih khusus dibandingkan BPNT maupun PKH.
Kesamaan Ketiga Bantuan
Meskipun berbeda jenis, tujuan BPNT, PKH, dan Bantuan Atensi sama, yaitu meringankan beban keluarga miskin.
Seluruh bantuan disalurkan melalui KKS yang bekerja sama dengan bank Himbara atau melalui PT Pos.
Untuk mengetahui bantuan mana yang masuk ke KKS, masyarakat dapat mengecek secara resmi melalui cekbansos.kemensos.go.id dengan data kependudukan.***
Editor : Eli Kustiyawati