RADAR BOGOR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa akibat gempa bumi dengan magnitudo M4,9 yang mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Bekasi pada Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 19.54 WIB.
Meskipun demikian, gempa M4,9 tersebut menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah warga di lima kecamatan berbeda.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam sebuah keterangan pers melalui akun Instagram @bnpb_indonesia Kamis, 21 Agustus 2025 menyampaikan bahwa tim reaksi cepat BNPB telah diterjunkan di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pemetaan situasi pasca gempa.
Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, gempa tersebut berdampak pada 26 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang yang tersebar di sembilan desa di lima kecamatan, yaitu Telukjambe Barat, Tegalwaru, Klari, Pangkalan, dan Ciampel.
"Hingga pagi ini, BNPB tidak mendapat laporan adanya informasi korban jiwa, yang meninggal dunia ataupun yang luka-luka," ungkap Abdul Muhari.
Muhari juga menambahkan bahwa BNPB akan terus melanjutkan kajian cepat untuk menginventarisasi dampak dari gempa ini.
Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa hingga pagi ini telah terjadi 13 kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar M3,9 dan terkecil M1,7.
Sebagai respons, BNPB mengimbau kepada warga terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya potensi gempa susulan. Namun, Muhari juga menekankan bahwa penting untuk tetap tenang dan tidak panik.
Ia juga mengingatkan warga untuk selalu mencari informasi dari sumber resmi dan terpercaya, serta menghindari berita bohong (hoax) atau prediksi-prediksi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat yang merasa rumahnya terdampak gempa diminta untuk segera melapor kepada aparat desa atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mempermudah proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.***
Editor : Eka Rahmawati