RADAR BOGOR – Di era serba digital, serangan siber marak terjadi dengan beberapa cara. Salah satunya melalui Bluetooth, yang dikenal dengan nama Bluejacking.
Bluejacking disebut sebagai serangan siber melalui Bluetooth yang dilakukan seseorang dengan sengaja, ke satu atau dua handphone lainnya, tanpa izin.
Serangan siber Bluejacking memang terlihat sederhana, namun jika dibiarkan, bisa menjadi pintu masuk peretas untuk mengakses data pribadi, mulai dari kontak, foto, hingga dokumen penting.
Menurut pakar keamanan siber, blujacking termasuk kategori serangan sosial digital, di mana penyerang memanfaatkan kelengahan pengguna.
Dan banyak korbannya tidak mengetahui hal tersebut.
Mengapa Bluejacking Berbahaya?
1. Mengganggu privasi pengguna – Pesan atau file asing yang masuk bisa membuat pengguna merasa terganggu.
2. Indikasi pengambilan data tanp izin.
3. Meningkatkan risiko malware – File mencurigakan yang dikirim bisa saja berisi virus atau spyware.
Dilansir dari akun instagram resmi @diskominfojabar, berikut cara melindungi perangkat dari Bluejacking:
• Matikan Bluetooth saat tidak digunakan.
• Gunakan mode tersembunyi agar perangkat sulit dideteksi.
• Aktifkan fitur keamanan tambahan seperti PIN atau autentikasi.
• Rutin perbarui sistem operasi dan aplikasi.
• Tolak pesan atau file dari sumber tidak dikenal.
• Edukasi Keamanan Digital Semakin Penting
Seiring maraknya kasus pencurian data, kesadaran masyarakat akan keamanan digital menjadi hal mendesak.
Bluejacking hanyalah salah satu bentuk serangan yang bisa mengancam pengguna sehari-hari. Dengan langkah pencegahan sederhana, risiko kebocoran data bisa ditekan seminimal mungkin.