RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap ketiga sudah memasuki tahap finalisasi.
Data nama penerima bansos PKH BPNT beserta besaran bantuan yang akan diterima kini sudah muncul dalam sistem pengecekan (SIKS-NG).
Artinya, masyarakat yang namanya tercantum dapat bersiap-siap menerima pencairan dana bansos PKH BPNT alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2023.
Baca Juga: Daftar Nama KPM Sudah Muncul di SIKS-NG, Data Bayar Nominal Bansos Juga Sudah Keluar, Simak Pembaruan Penting PKH BPNT Tahap 3 Tahun 2025
Jika nama penerima sudah muncul di SISNG, kemudian data bayar pun sudah terlihat, itu artinya sudah dipastikan akan cair.
Hanya saja tinggal menunggu proses penyaluran dari bank penyalur maupun PT Pos di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk bantuan BPNT, setiap KPM akan mendapatkan Rp600.000 pada tahap ketiga ini.
Sementara untuk PKH, jumlah bantuannya berbeda-beda sesuai dengan kategori keluarga penerima.
Baca Juga: Cegah TPPO, Imigrasi Bogor Kukuhkan Kelurahan Tegallega jadi Desa Binaan
• Ibu hamil dan balita: Rp3.000.000 per tahun
• Anak sekolah SD: Rp900.000 per tahun
• Anak sekolah SMP: Rp1.500.000 per tahun
• Anak sekolah SMA: Rp2.000.000 per tahun
• Teman disabilitas berat dan lanjut usia (lansia): Rp2.400.000 per tahun
Baca Juga: Usut Dugaan Kasus Gratifikasi Jual Beli Tanah yang Mencapai Rp 3 Miliar, Polres Bogor Periksa Kepala Desa Cikuda
Dana tersebut disalurkan per tahap, dan pada pencairan kali ini masuk ke tahap ketiga.
Lebih lanjut, Kemensos juga memastikan bahwa bagi penerima yang statusnya mengalami peralihan dari pencairan via Pos ke perbankan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sudah tercatat dalam sistem.
Bahkan, bagi sebagian KPM yang baru beralih, mereka berpotensi langsung menerima pencairan ganda untuk tahap kedua sekaligus tahap ketiga.
Kemensos berharap pencairan tahap ketiga ini dapat segera dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, masyarakat bisa segera memanfaatkan dana tersebut untuk meringankan kebutuhan sehari-hari di tengah harga pangan yang masih berfluktuasi.