RADAR BOGOR - Siapa di sini yang merasa penasaran dengan sumber kekayaan yang dimiliki oleh Anggota DPR Ahmad Sahroni atau yang dikenal dengan sebutan Crazy Rich Tanjung Priok.
Sumber kekayaan Ahmad Sahroni disorot, karena merupakan salah satu anggota DPR RI yang belum lama ini rumahnya digeruduk dan dijarah massa, lebih tepatnya pada Sabtu, 30 Agustus 2025 kermain.
Barang-barang mewah milik Anggota DPR Komisi I Ahmad Sahroni yang cukup dekat dengan sejumlah selebriti tanah air itu raib dijarah massa yang cukup kecewa dengan pernyataan yang pernah disampaikan Ahmad Sahroni.
Jika melihat dari sejumlah video yang beredar di media sosial, barang yang dibawa oleh penjarah mulai dari tas, sepatu, hingga jam tangan yang harganya ditaksir mencapai miliar rupiah.
Lalu, dari mana sumber kekayaan yang dimiliki oleh pria berusia 48 tahun tersebut? Baca selengkapnya pada artikel ini.
Melansir kanal YouTube Trending Topik, pada Minggu, 31 Agustus 2025, berikut sumber kekayaan milik Ahmad Sahroni.
1. Bisnis Solar
Sumber kekayaannya yang pertama berasal dari bisnis solar yang ia jalankan, dari usaha tersebut ia bisa meraup rupiah dengan nominal yang tidak sedikit.
2. Bisnis Properti
Ahmad Sahroni punya bisnis properti yang membuat kekayaannya semakin berlimpah.
3. Jual Beli Mobil Mewah
Ahmad Sahroni juga memiliki sumber kekayaan dari bisnis jual beli mobil mewah yang harganya selangit.
Mobil mewah yang jumlahnya lebih dari satu itu kerap ia jual belikan, sehingga bisa menambah penghasilan yang ia miliki.
4. Anggota DPR RI
Tentu, jadi anggota DPR jadi sumber kekayaannya selama ini.
Sebelum jadi anggota Komisi I, dia sempat jadi wakil Ketua Komisi III.
5. Jual Beli Jam Tangan Mewah
Ahmad Sahroni juga memiliki bisnis jual beli jam tangan mewah yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah.
Salah satu jam tangan mewah yang ia miliki belum lama ini dijarah oleh masa, konon harga bisa mencapai lebih dari Rp11 miliar.
Demikian itu sumber kekayaan Ahmad Sahroni, politikus sekaligus pengusaha yang cukup menjadi sorotan akhir-akhir ini.***
Editor : Rani Puspitasari Sinaga