Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Museum Bhagawanta Kediri Terdampak Unjuk Rasa, Kementerian Kebudayaan Lakukan Langkah-Langkah Perlindungan dan Pemulihan

Yosep Awaludin • Senin, 1 September 2025 | 09:59 WIB
Kondisi Museum Bhagawanta Kediri yang rusak akibat demonstrasi pada Sabtu 30 Agustus 2025. Kementerian Kebudayaan menyesalkan pengrusakan tersebut.
Kondisi Museum Bhagawanta Kediri yang rusak akibat demonstrasi pada Sabtu 30 Agustus 2025. Kementerian Kebudayaan menyesalkan pengrusakan tersebut.

RADAR BOGOR—Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sangat menghargai hak konstitusional masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Namun, Kementerian Kebudayaan sangat menyesalkan tindakan anarkis dan destruktif yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab, terutama terhadap bangunan museum dan cagar budaya.

Kementerian Kebudayaan sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi di Museum Bhagawanta Kediri akibat demonstrasi pada Sabtu 30 Agustus 2025.

Museum Bhagawanta, yang merupakan salah satu situs penting pelestarian sejarah dan budaya di Kediri, merupakan bagian dari upaya bangsa untuk mempertahankan identitas, warisan, dan edukasi budaya bagi generasi mendatang.

Museum, menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bukan hanya tempat untuk menyimpan barang bersejarah, tetapi juga merupakan representasi dari kenangan kolektif masyarakat. Karena itu, gangguan dan kerusakan museum merupakan kerugian besar bagi negara.

"Untuk menjamin bahwa koleksi tetap aman dan terjaga, kami telah bekerja sama dengan pemerintah daerah, penegak hukum, dan pengelola museum. Langkah-langkah pemulihan akan segera diambil," kata Fadli Zon.

Museum Bhagawanta Kediri memiliki banyak barang yang rusak dan hilang. Beberapa barang penting termasuk Kepala Ganesha, Koleksi Wastra (kain batik), dan buku-buku lama yang hilang; dan miniatur lumbung sangat rusak.

Pada saat yang sama, Jupel, yang merupakan juru pelihara dari Kementrian Kebudayaan, telah berhasil menyelamatkan sejumlah barang lain, termasuk Archa Bodhisatwa dan bata berinskripsi mantra.

Kementerian Kebudayaan akan terus mengawasi kemajuan untuk memastikan Museum Bhagawanta Kediri kembali berfungsi dengan baik sebagai tempat belajar, wisata, dan pelestarian budaya.

"Saya mengimbau kepada pihak yang telah mengambil beberapa koleksi penting tersebut untuk segera mengembalikannya dan menyerahkannya kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI atau Museum Bhagawanta Kediri," tuturnya.

Kementerian Kebudayaan menyesalkan sedalam-dalamnya atas pembakaran yang merusak sejumlah Gedung Cagar Budaya, di antaranya adalah:

1. Gedung Grahadi Surabaya

Gedung Negara Grahadi kini difungsikan sebagai Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur. Bagian utama Gedung dibangun pada tahun 1795 (abad ke-18) dengan gaya arsitektur khas. Bagian gedung yang terbakar di sisi barat bagian depan.

2. Gedung Cagar Budaya Kota Bandung di Jalan Diponegoro No. 20.

Gedung ini merupakan bagian dari kompleks hunian pejabat kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1920-an.

Dibangun dengan gaya arsitektur Indische Empire yang khas, gedung ini adalah bagian dari kompleks tersebut. Hingga awal tahun 2000-an, gedung ini berfungsi sebagai rumah dinas wakil gubernur Jawa Barat.

Kementerian Kebudayaan meminta semua pihak dalam masyarakat untuk mempertahankan dan menghargai nilai budaya dan peradaban dengan menjaga museum, cagar budaya, dan situs sejarah tetap aman.

Museum-museum ini, yang milik kita bersama, harus dirawat, dijaga, dan dihormati oleh semua orang.

"Mari kita jaga museum dan cagar budaya yang ada di tempat kita masing-masing agar tetap lestari, karena ini merupakan simbol kemajuan peradaban bangsa," tuturnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Kementerian Kebudayaan #demonstrasi #museum