RADAR BOGOR - Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan tradisi dan kepercayaan turun-temurun seperti mitos di saat terjadinya berbagai fenomena alam.
Tidak sedikit mitos yang masih diyakini masyarakat hingga hari ini, terutama saat munculnya fenomena alam langka seperti gerhana bulan.
Sebagai informasi, pada Ahad hingga Senin, 7-8 September 2025 mendatang, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan gerhana bulan total.
Fenomena alam ini tentu menjadi perhatian banyak orang, bukan hanya dari sisi sains dan astronomi, tetapi juga karena masih dikaitkan dengan beragam mitos yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu mitos yang cukup populer di Indonesia menyebutkan bahwa gerhana bulan bisa membahayakan ibu hamil.
Konon, untuk menghindari risiko bahaya tersebut, ibu hamil dianjurkan bersembunyi atau masuk ke bawah ranjang.
Kepercayaan semacam ini masih cukup sering didengar, meskipun tidak memiliki dasar ilmiah maupun ajaran agama.
Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terkait mitos semacam ini?
Dalam sebuah penjelasan yang disampaikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya memberikan tanggapan tegas.
Beliau menekankan bahwa seorang muslim yang beriman sebaiknya tidak mengikuti praktik-praktik yang tidak pernah diajarkan dalam syariat.
“Mitos ya tetap mitos. Kalau ada gerhana, baik matahari maupun bulan, orang beriman itu seharusnya shalat khusuf atau shalat gerhana," ujar Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa Islam sudah mengajarkan amalan yang tepat ketika terjadi gerhana, yaitu melaksanakan shalat khusuf.
Tidak ada ajaran yang memerintahkan untuk melakukan ritual atau tindakan aneh seperti bersembunyi di bawah ranjang.
Beliau juga mengaitkan mitos tentang gerhana dengan peristiwa yang pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.
Saat putra Nabi Muhammad, Sayyidina Ibrahim, wafat, bertepatan dengan terjadinya gerhana.
Banyak orang kala itu menduga bahwa gerhana terjadi karena kematian Ibrahim.
Namun, Rasulullah SAW dengan tegas meluruskan kesalahpahaman tersebut.
Beliau menegaskan bahwa gerhana sama sekali tidak berkaitan dengan kelahiran atau kematian seseorang, melainkan semata-mata tanda kebesaran Allah SWT.
Dengan demikian, jelaslah bahwa tidak ada hubungan antara gerhana bulan dengan bahaya bagi ibu hamil.
Anggapan tersebut hanyalah mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi tanpa dasar yang kuat.
Islam telah memberikan tuntunan yang jelas, ketika gerhana terjadi, perbanyaklah ibadah, shalat, dan dzikir, bukan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.***
Editor : Eli Kustiyawati