RADAR BOGOR - Berdasarkan peraturan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), skema upah atau gaji untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Paruh Waktu telah ditetapkan dengan jelas.
Kebijakan gaji ini, bertujuan untuk memberikan kepastian status dan jaminan kesejahteraan bagi pegawai non-ASN yang diangkat sebagai PPPK paruh waktu.
Ada dua patokan utama yang digunakan dalam menentukan gaji PPPK Paruh Waktu:
- Gaji Minimal Setara Honor
PPPK Paruh Waktu akan menerima gaji minimal yang setara dengan penghasilan yang mereka terima saat masih berstatus honorer. Hal ini bertujuan agar tidak ada penurunan pendapatan bagi para pegawai yang beralih status.
- Mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP)
Alternatif lain, gaji mereka akan disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing. Opsi ini memastikan gaji yang diterima sesuai dengan standar hidup regional.
Pemberlakuan dua patokan ini memberikan perlindungan finansial dan kepastian bagi para pegawai, terutama mereka yang telah mengabdi lama sebagai honorer.
Selain itu, kebijakan ini adalah salah satu strategi pemerintah untuk secara perlahan namun pasti menuntaskan persoalan yang terkait dengan tenaga honorer.
Gaji PPPK Paruh Waktu Tertinggi di 10 Provinsi Indonesia Mengikuti UMP
Baca Juga: Diary Fluffy, Tiny Mini Cake House yang Berhasil Mencuri Perhatian Pencinta Kuliner Manis di Bogor
Jika menggunakan patokan UMP, berikut adalah 10 provinsi dengan gaji PPPK Paruh Waktu tertinggi. Perlu diingat, angka-angka ini adalah upah minimum yang bisa menjadi patokan, namun besaran gaji final bisa bervariasi tergantung pada jabatan, masa kerja, dan kebijakan instansi.
- DKI Jakarta: Rp 5,3 juta
- Papua: Rp 4,2 juta
- Sulawesi Selatan: Rp 3,6 juta
- Kepulauan Riau: Rp 3,6 juta
- Bangka Belitung: Rp 3,6 juta
- Kalimantan Utara: Rp 3,5 juta
- Kalimantan Timur: Rp 3,5 juta
- Kalimantan Selatan: Rp 3,4 juta
- Kalimantan Barat: Rp 3,4 juta
- Sulawesi Tenggara: Rp 3,07 juta
Merujuk data tersebut, gaji PPPK Paruh Waktu DKI Jakarta menjadi paling tinggi, sementara paling rendah ada di Sulawesi Tenggara.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga