RADAR BOGOR - Penyanyi Choi Woojin kembali menyapa publik setelah tiga tahun tidak terdengar kabarnya di industri musik.
Kabar ini menjadi sorotan karena Choi Woojin dikenal sebagai salah satu penyanyi trot yang konsisten mempertahankan gaya musik tradisional, namun kini memilih jalur berbeda dengan warna pop yang lebih segar.
Lagu terbaru Choi Woojinberjudul Love is Beautiful akan resmi dirilis pada 26 September di berbagai platform musik digital.
Kehadiran single ini sekaligus menjadi tanda kembalinya sang penyanyi setelah sebelumnya merilis karya terakhir bertajuk Chunmongga sekitar tiga tahun lalu.
Sebelum perilisan resmi, penggemar sudah berkesempatan mendengar cuplikan Love is Beautiful lebih awal melalui program musik Trot Champion yang disiarkan langsung oleh MBC ON pada 11 September.
Potongan lagu itu langsung menarik perhatian karena menghadirkan nuansa ceria yang berbeda dari karya-karya Choi Woojin sebelumnya.
Secara musikal Love is Beautiful memadukan ritme disko pop dengan alunan brass yang kuat dan segar.
Perpaduan ini menciptakan suasana optimistis sekaligus energik, seakan mengajak pendengar untuk menikmati momen dengan penuh semangat.
Perubahan gaya ini dianggap sebagai langkah berani bagi Choi Woojin yang selama ini dikenal sangat setia pada musik trot klasik.
Melalui karya baru ini, ia ingin menunjukkan bahwa trot tetap bisa dikemas dengan sentuhan modern tanpa kehilangan identitas utamanya.
Hal ini sekaligus menjadi cara bagi Choi Woojin untuk menjangkau generasi pendengar yang lebih luas.
Lagu tersebut digarap oleh Song Kwang-ho, seorang komposer kawakan yang sudah mencetak banyak lagu populer di dunia musik Korea.
Ia sebelumnya menulis lagu Ugly Love untuk Jin Mi-ryeong, Parallel Lines untuk Moon Hee-ok, dan Copacabana untuk Jo Hang-jo serta Seol Ha-yoon.
Kolaborasi antara Song Kwang-ho dan Choi Woojin diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya populer, tetapi juga bertahan lama di hati pendengar.
Dalam keterangannya Song Kwang-ho menjelaskan bahwa Love is Beautiful lahir dari keinginan untuk menciptakan lagu yang bisa diterima oleh semua kalangan.
Ia berusaha menggabungkan kepekaan trot yang autentik milik Choi Woojin dengan unsur pop yang elegan.
“Kami ingin menghasilkan lagu yang punya karakter kuat, tapi tetap segar dan bisa didengar oleh generasi muda maupun tua,” ungkapnya.
Agensi TSM Entertainment juga menegaskan bahwa rilisan ini bukan sekadar comeback biasa. Menurut mereka, Love is Beautiful adalah bukti nyata dari transformasi Choi Woojin.
“Lagu ini merupakan wujud keberanian sekaligus tantangan baru bagi Choi Woojin. Ia ingin memperluas cakupan karyanya melalui genre pop-trot, perpaduan trot dan pop yang diharapkan bisa menyatukan semua generasi,” kata pihak agensi dalam pernyataannya.
Perjalanan karier Choi Woojin sendiri tidaklah singkat. Ia memulai debutnya di panggung trot dengan penuh perjuangan, bersaing dengan banyak penyanyi yang mengusung gaya serupa.
Berkat vokalnya yang khas dan konsistensi menjaga kualitas, ia berhasil membangun basis penggemar yang setia.
Lagu-lagu trot yang ia bawakan sebelumnya sering diputar di berbagai acara musik dan mendapat apresiasi dari kalangan pencinta trot tradisional.
Choi Woojin menyadari bahwa industri musik terus bergerak. Selera pendengar kian beragam, dan generasi muda cenderung memilih musik pop yang ringan dan mudah diingat.
Hal inilah yang membuatnya ingin mencoba jalur baru tanpa meninggalkan akar musik trot yang sudah melekat pada dirinya.
Ia menilai, inovasi menjadi kunci agar musik trot tetap relevan di tengah arus globalisasi musik digital.
Love is Beautiful hadir tepat pada momentum ketika musik trot mulai kembali naik daun di Korea.
Dalam beberapa tahun terakhir, genre ini mengalami kebangkitan berkat banyaknya program televisi dan kompetisi yang menyoroti bakat-bakat baru di dunia trot.
Kehadiran Choi Woojin dengan konsep pop-trot diyakini mampu memperkuat tren tersebut sekaligus membuka pintu kolaborasi baru di masa depan.
Selain itu, lagu ini juga disebut sebagai simbol optimisme Choi Woojin setelah menjalani masa vakum. Selama tiga tahun terakhir, ia lebih banyak fokus pada kegiatan pribadi dan persiapan musik.
Ia tidak terburu-buru kembali karena ingin menghadirkan karya yang benar-benar matang. Oleh karena itu, kehadiran Love is Beautiful menjadi bukti bahwa ia siap kembali dengan energi baru.
TSM Entertainment memastikan bahwa promosi Love is Beautiful akan dilakukan secara masif.
Choi Woojin dijadwalkan tampil di berbagai program musik, acara radio, hingga tayangan hiburan televisi.
Kehadiran di program populer diharapkan bisa memperkenalkan single ini kepada lebih banyak pendengar, baik yang sudah lama mengikuti kariernya maupun generasi baru yang baru mengenalnya.
Tidak hanya itu, Choi Woojin juga direncanakan melakukan sejumlah penampilan panggung langsung.
Pertunjukan ini akan menjadi ajang baginya untuk berinteraksi langsung dengan penggemar yang sudah lama menantikan aksi panggungnya.
Dukungan penggemar yang terus mengalir selama masa vakumnya menjadi motivasi besar bagi Choi Woojin untuk kembali lebih kuat.
Bagi sebagian besar penggemar, Love is Beautiful bukan sekadar lagu baru, melainkan simbol harapan. Mereka melihat karya ini sebagai penanda babak baru dalam perjalanan musik Choi Woojin.
Respons positif pun mulai bermunculan di media sosial setelah potongan lagu diputar di acara MBC ON. Banyak yang mengapresiasi keberanian sang penyanyi mencoba sesuatu yang berbeda.
Selain menghibur lagu ini juga menyampaikan pesan sederhana tentang keindahan hidup. Lewat lirik dan aransemen yang cerah, pendengar diajak untuk menghargai momen kecil yang membuat hidup terasa indah.
Pesan positif ini sejalan dengan upaya Choi Woojin untuk menghadirkan musik yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memberikan energi baik kepada para pendengarnya.
Kritikus musik menilai, langkah Choi Woojin mencoba genre baru pop-trot adalah strategi tepat.
Dengan menggabungkan elemen modern ke dalam musik trot, ia bisa mempertahankan identitas sekaligus memperluas pasar. Inovasi ini dapat menjadi contoh bagi penyanyi trot lain agar lebih berani bereksperimen.
Melalui Love is Beautiful, Choi Woojin menunjukkan bahwa musik tidak mengenal batasan usia.
Baik pendengar senior yang sudah lama mencintai trot maupun pendengar muda yang lebih akrab dengan pop dapat menikmati lagu ini.
Keberhasilan lagu ini akan menjadi pembuktian bahwa musik tradisional dapat terus berkembang dengan sentuhan kreatif yang segar.
Kembalinya Choi Woojin ke dunia musik tidak hanya membawa semangat baru bagi dirinya, tetapi juga memberi warna lain bagi industri musik Korea.
Dengan karya terbarunya, ia berharap bisa menjangkau lebih banyak hati pendengar dan membuktikan bahwa keindahan musik dapat dirasakan lintas generasi. (***)
Penulis: Josephine Lahagu | PKL-SV IPB
Sumber: entertain.naver.com