Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wamenkes Resmikan Pusat Inflammatory Bowel Disease Pertama di Indonesia, Dorong Layanan Rujukan Spesialis

Kholikul Ihsan • Minggu, 14 September 2025 | 14:40 WIB

Peresmian pusat Inflammatory Bowel Disease (IBD) Center pertama di Indonesia oleh Wamenkes di Jakarta.
Peresmian pusat Inflammatory Bowel Disease (IBD) Center pertama di Indonesia oleh Wamenkes di Jakarta.
RADAR BOGOR - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono meresmikan pusat layanan Inflammatory Bowel Disease (IBD) pertama di Indonesia yang berlokasi di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Jumat (12/9). 
 
Inflammatory Bowel Disease pertama di Indonesia ini diberi nama IBD Center Prudhof Simanidrata dan menjadi tonggak penting dalam penguatan transformasi layanan kesehatan rujukan di Tanah Air.
 
Transformasi kesehatan yang tengah dijalankan Kementerian Kesehatan mencakup enam pilar utama, salah satunya layanan rujukan. Melalui Inflammatory Bowel Disease pertama di Indonesia ini, pemerintah berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap layanan spesialis, tak hanya lewat rumah sakit pemerintah, tetapi juga dengan menjalin kolaborasi dengan fasilitas swasta.

Baca Juga: Bukan Cuma PKH dan BPNT, Kemensos Kembali Salurkan Bansos Permakanan September 2025, Ini Tujuannya
 
Prof. Dante menyampaikan apresiasinya kepada Rumah Sakit Abdi Waluyo atas inisiatif menghadirkan pusat layanan IBD pertama di Indonesia.
 
“Selamat kepada Rumah Sakit Abdi Waluyo yang menjadi pionir dalam menyediakan pusat IBD. Kehadiran fasilitas ini penting bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan transformasi layanan rujukan,” ujar Prof. Dante.
 
Perkuat Basis Data dan Akses Pasien
 
Menurut Kemenkes, pendirian IBD Center juga akan membantu memperkuat basis data nasional penyakit, yang selama ini belum sepenuhnya terdokumentasi secara akurat. 
 
Baca Juga: Alat Fitnes Outdoor di Alun-Alun Kota Depok, Banyak Karat dan Dikeluhkan Warga
 
Dengan data yang lebih valid, pemerintah dapat menghitung besaran masalah, merencanakan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran, dan memperbaiki sistem rujukan antar rumah sakit.
 
“Harapannya, kita bisa memperoleh angka nasional terkait IBD sehingga gambaran masalahnya lebih jelas. Dari situ, pusat-pusat layanan serupa di berbagai daerah bisa terus dikembangkan,” tambah Prof. Dante.
 
Fungsi Lebih dari Sekadar Pengobatan
 
IBD Center Abdi Waluyo tidak hanya difokuskan pada layanan kuratif, tetapi juga diharapkan menjadi pusat edukasi, deteksi dini, serta penelitian klinis. 
 
Baca Juga: Jadi Langganan Banjir, Pemkab Bogor Lanjutkan Normalisasi Irigasi Kali, Turunkan Alat Berat di Citeureup
 
Melalui pendekatan ini, rumah sakit berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan menekan kasus-kasus yang selama ini tidak terdiagnosis.
 
“Yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat dan menemukan kasus-kasus tersembunyi yang mungkin belum pernah terdeteksi secara klinis,” tegas Wamenkes.
 
Dorongan Pemerintah untuk Rumah Sakit Lain
 
Baca Juga: Sukses Gelar PKKMB 2025, Fakultas Hukum Unpak Terapkan Tiga Filosofi Ini Kepada Mahasiswa Baru
 
Kemenkes menargetkan rumah sakit di berbagai wilayah, baik pemerintah maupun swasta, dapat menghadirkan layanan unggulan yang selaras dengan agenda transformasi kesehatan.
 
Dengan jejaring layanan yang lebih luas, pasien dari daerah manapun bisa memperoleh akses yang cepat dan tepat ke tenaga medis spesialis.***
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#Inflammatory Bowel Disease #Wamenkes #pertama di indonesia