RADAR BOGOR - Prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta mengadakan Program Pengabdian Masyarakat di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, Jumat, 15 Agustus 2025.
Kegiatan dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat ini mengusung tema, 'Penerapan Smart Control Berbasis IoT untuk Pengendalian Hama pada Kelompok Tani Palawad, Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang'.
Program ini menjaring 25 petani aktif dari Kelompok Tani Palawad, Tangerang dengan menggunakan pendekatan berbasis pemecahan masalah (problem solving approach).
Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini dinilai baik, karena memiliki tahapan yang sistematis dan bersentuhan langsung dengan petani. Sehingga dapat menjawab langsung permasalahan yang dialami oleh para petani.
Kelompok Tani Palawad merupakan salah satu kelompok tani produktif di Desa Kronjo dan merupakan salah satu komunitas petani yang masih aktif menjalankan kegiatan budidaya tanaman pangan, khususnya padi dan tanaman holtikultura.
Kelompok ini beranggotakan 25 orang petani aktif yang terdiri dari petani dewasa, perempuan, dan pemuda.
Meskipun telah cukup lama terbentuk dan aktif dalam kegiatan pertanian, kondisi bisnis dan usaha tani mereka masih mengalami beberapa kendala baik dari segi produksi, pengelolaan, maupun pemasaran.
Salah satu tantangan serius yang dihadapi petani adalah serangan hama tikus yang menimbulkan kerugian hasil panen.
Menurut BPS Kabupaten Tangerang, Kecamatan Kronjo memiliki lahan pertanian seluas 199 hektar dengan komoditas utama padi dan hortikultura. Namun, kerugian akibat hama tikus mencapai 70–90%.
Upaya pengendalian konvensional dengan pestisida kimia tidak hanya kurang efektif, tetapi juga berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan
Ketua Tim P2M Vina Oktaviani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata UNJ dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan solusi teknologi dalam pertanian, yang dapat membantu mengatasi masalah para petani dalam pengendalian hama," katanya.
Smart farming berbasis Internet of Things (IoT) menawarkan solusi inovatif melalui pemanfaatan sensor, aktuator, dan sistem kontrol otomatis.
Sistem ini memungkinkan deteksi dini hama, pengendalian berbasis data, serta efisiensi penggunaan pestisida.
"Selain itu, kami perkenalkan teknologi IoT kepada Kelompok Tani Palawad, sebagai upaya meningkatkan literasi digital petani dan efisiensi produksi,” ujar Vina.
Selain pelatihan teknis, tim juga menyelenggarakan diskusi interaktif dengan masyarakat. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) setempat.
Herman selaku Kepala BPP mengapresiasi kehadiran tim P2M dari prodi pendidikan teknik elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, yang dinilai mampu memberi dampak langsung bagi petani.
“Kami sangat berterima kasih. Ilmu dan teknologi yang dibawa Tim P2M dari prodi pendidikan teknik elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta sangat relevan dengan kebutuhan desa kami," ungkapnya.
"Kami berharap Penerapan Smart Control berbasis IoT di Desa Kronjo memberikan dampak positif pada aspek produksi dan manajemen usaha tani. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” tuturnya.
Program pengabdian ini menjadi bagian dari misi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Diktitistek Kemdikbud RI, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, kegiatan ini sebagai upaya pemerintah, agar perguruan tinggi dapat hadir di tengah-tengah masyarakat.
Sebagaimana yang diwasiatkan Ki Hadjar Dewantara, bahwa sejatinya pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia, harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu tumbuhnya inovasi lokal yang berkelanjutan. Tentunya diperlukan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan modul pelatihan, pemeliharaan alat, serta diseminasi ke wilayah pertanian lain di Indonesia. (***)
Editor : Yosep Awaludin