Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Terungkap! Inilah Sosok Kreatif di Balik Tepuk Sakinah yang Viral di TikTok, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Khairunnisa RB • Jumat, 26 September 2025 | 04:41 WIB
Tepuk Sakinah di KUA
Tepuk Sakinah di KUA

RADAR BOGOR - Belakangan ini, dunia maya sedang diguncang sebuah tren unik yang berhasil menggeser perhatian warganet dari sekadar hiburan biasa.

Ya, istilah “Tepuk Sakinah” mendadak menjadi bahan pembicaraan hangat, terutama di platform TikTok.

Gerakan sederhana namun penuh makna ini ramai dipraktikkan, ditirukan, bahkan dihafalkan oleh ribuan pengguna.

Salah satu video unggahan akun @kuawongsorejo menjadi titik pemicu kehebohan yang membuat gerakan Tepuk Sakinah viral.

Video berdurasi singkat itu memperlihatkan bagaimana “Tepuk Sakinah” dilakukan dengan penuh semangat.

Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut meledak di jagat maya, masuk ke FYP, dan sukses membuat netizen penasaran, apa sebenarnya makna di balik tepuk ini dan siapa penciptanya?

Pertanyaan itu akhirnya terjawab. Salah satu sosok yang berada di balik lahirnya “Tepuk Sakinah” adalah Prof. Alimatul Qibtiyah, seorang akademisi bergelar Guru Besar Kajian Gender di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Instruktur Nasional Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI.

Ia bukan hanya seorang dosen atau peneliti, melainkan juga penggagas berbagai metode kreatif agar nilai-nilai keluarga sakinah mudah dipahami dan diterima oleh calon pengantin.

Menurut Prof. Alimatul, Tepuk Sakinah pertama kali lahir pada tahun 2018 dalam sebuah workshop dan refleksi pelatihan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Bali.

Kala itu, para instruktur mencari cara agar materi yang biasanya berlangsung hingga 16 jam dalam dua hari tidak terasa membosankan.

Dari situlah lahir ide untuk membuat ice breaking berupa tepukan ritmis yang menyenangkan, tetapi sarat pesan moral.

Uniknya, gerakan tepuk ini bukan sekadar untuk bersenang-senang.

Di dalamnya terkandung lima pilar utama Keluarga Sakinah, yakni:

• Berpasangan – menekankan pentingnya kebersamaan,

• Janji kokoh (mitsaqon ghalidho) – komitmen suci dalam pernikahan,

• Saling memberi kebaikan,

• Musyawarah,

• Tarodhin (saling ridha).

Kelima pilar ini kemudian dipadatkan dalam bentuk tepukan yang sederhana, mudah diingat, dan bisa diulang kapan saja.

Hasilnya, materi yang biasanya dirasa “berat” oleh calon pengantin menjadi lebih ringan, segar, bahkan menyenangkan.

Meski kini viral, Prof. Alimatul menegaskan bahwa Tepuk Sakinah tidak bersifat wajib dalam bimbingan calon pengantin.

Ini hanya salah satu strategi pembelajaran agar pilar-pilar keluarga sakinah lebih mudah diterima.

Fenomena viralnya Tepuk Sakinah di TikTok, menurutnya, adalah sesuatu yang positif selama masyarakat tetap memahami makna di baliknya.

Ia mengingatkan agar gerakan ini tidak hanya dijadikan bahan candaan kosong semata.

Sebab, di balik ritme dan semangatnya, tersimpan pesan mendalam tentang bagaimana membangun rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan penuh kasih sayang.

Lebih jauh, Prof. Alimatul juga membuka ruang kolaborasi dengan para seniman dan praktisi seni pertunjukan.

Harapannya, Tepuk Sakinah bisa dikemas lebih kreatif tanpa kehilangan ruh utamanya, sehingga pesan edukasi keluarga sakinah dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.

Kini, dari sekadar “ice breaking” di kelas Bimwin, Tepuk Sakinah telah menjelma menjadi fenomena nasional.

Ia membuktikan bahwa pendidikan keluarga tidak harus disampaikan dengan cara kaku dan membosankan.

Justru, lewat kreativitas, pesan moral bisa menembus batas ruang kelas, masuk ke media sosial, dan menginspirasi jutaan orang.

Dan siapa sangka, sosok di balik viralnya tren ini adalah seorang profesor perempuan yang selama ini konsisten memperjuangkan pendidikan keluarga dan nilai-nilai sakinah mawaddah warahmah di tengah masyarakat.***

Editor : Eli Kustiyawati
#viral #hiburan #tepuk sakinah #tiktok