Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BP Tapera Apresiasi Presiden Prabowo, Kuota KPR Subsidi FLPP Naik Jadi 350 Ribu Unit di 2025

Muhammad Ali • Senin, 29 September 2025 | 18:46 WIB
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.

RADAR BOGOR – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto.

Apresiasi ini atas kebijakan menambah alokasi KPR Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari semula 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit pada tahun 2025.

Peningkatan kuota ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah penyaluran KPR subsidi FLPP.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan bahwa akad massal KPR subsidi yang digelar secara serentak di sembilan perumahan merupakan inisiatif strategis dalam mengakselerasi program tersebut.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyukseskan program pembangunan tiga juta rumah yang telah dicanangkan Presiden.

“Acara ini diselenggarakan sesuai arahan Bapak Presiden untuk memberikan karpet merah bagi rakyat di sektor perumahan, khususnya dalam pembelian atau pemberian rumah yang layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Heru, Senin 29 September 2025.

Ia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya penyaluran KPR subsidi FLPP rata-rata hanya mencapai 200 hingga 220 ribu unit per tahun.

Dengan adanya kenaikan kuota hingga 350 ribu unit, kesempatan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah semakin terbuka lebar.

Heru juga menjelaskan, hingga 28 September 2025 penyaluran KPR subsidi FLPP telah mencapai 183,58 ribu unit rumah atau 52,3 persen dari target 350 ribu unit, dengan total realisasi pembiayaan mencapai Rp22,72 triliun.

Penyaluran itu tersebar di 11.488 lokasi perumahan di 33 provinsi.

“Realisasi FLPP terus mengalami peningkatan dibandingkan 2024. Ini menunjukkan KPR subsidi FLPP sangat diminati masyarakat yang belum memiliki rumah, tanpa ada batasan,” tambahnya.

Menurut Heru, daya tarik FLPP antara lain terletak pada kemudahan fasilitas, seperti uang muka hanya 1 persen, bunga tetap 5 persen hingga lunas, tenor panjang hingga 20 tahun, serta tanpa biaya tambahan untuk asuransi jiwa dan kebakaran.

Program ini juga menyasar tidak hanya pekerja berpenghasilan tetap, tetapi juga masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.

BP Tapera berkomitmen mendukung penuh program tiga juta rumah di bawah koordinasi Kementerian PUPR dengan berkolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kami mengembangkan ekosistem berbasis digital untuk mempertemukan sisi penawaran dan permintaan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya. (Cr1)

Editor : Alpin.
#Presiden Prabowo #bp tapera #kpr