Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Budaya Harus Jadi Hak Fundamental dan Pilar Ekonomi saat Hadir di Forum Budaya Dunia UNESCO Mondiacult

Eka Rahmawati • Rabu, 1 Oktober 2025 | 07:56 WIB
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat hadir dalam rangkaian forum budaya dunia UNESCO Mondiacult 2025 di Barcelona, Spanyol.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat hadir dalam rangkaian forum budaya dunia UNESCO Mondiacult 2025 di Barcelona, Spanyol.

RADAR BOGOR - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon hadir sebagai pembicara pada rangkaian forum budaya dunia UNESCO Mondiacult 2025 yang digelar di Barcelona, Spanyol.

Di hadapan para Menteri Kebudayaan dan organisasi internasional, Fadli Zon menegaskan pentingnya budaya sebagai hak fundamental dan kekuatan ekonomi global.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon juga menekankan bahwa hak budaya harus dijamin melalui akses, partisipasi publik, dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kebudayaan.

Hal itu disampaikannya bersama para panelis para Menteri Kebudayaan Bulgaria, Norwegia, Cabo Verde, Tiongkok, dan Austria.

Menurut Fadli Zon hal ini sudah diamanatkan oleh konstitusi Indonesia, khususnya Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan kewajiban negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia serta menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya.

Tak hanya itu pentingnya pelindungan kebebasan berekspresi, serta pemajuan pengetahuan dan kearifan lokal tak terlepas dari perhatian Menbud. 

“Hak budaya berarti setiap orang dan komunitas dapat mengakses, berpartisipasi, memperoleh manfaat, sekaligus ikut mengelola kebudayaan, budaya tidak boleh menjadi privilese segelintir, tetapi hak hidup bagi semua orang,” ujar Menbud.

Selain itu Menbud juga menyoroti pentingnya repatriasi sebagai bagian dari pemenuhan hak budaya dan mengungkapkan menyebut pemulangan Koleksi Dubois pekan lalu dari Belanda berisi lebih dari 28.000 fosil menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam memperjuangkan keadilan sejarah dan pemulihan identitas.

“Repatriasi benda bersejarah kembali ke negara asal sangat penting untuk memulihkan martabat bangsa dan menyambungkan kembali identitas dengan generasi penerus,” tegasnya.

Menbud juga berupaya mendorong partisipasi dengan menyampaikan bahwa Indonesia sudah memiliki mekanisme Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) untuk memastikan suara masyarakat.

Khususnya komunitas adat dan kelompok rentan, turut berpartisipasi dalam proses perumusan kebijakan budaya. Hak budaya menurutnya adalah hak asasi dan publik bukan sekadar penerima manfaat, melainkan aktor utama yang turut menjaga dan mengembangkan kebudayaan.

Kemudian dari sisi ekonomi, Menbud menegaskan budaya merupakan mesin pertumbuhan yang mampu menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan pemberdayaan sosial.

“Secara global, sektor industri budaya dan kreatif menyumbang USD 4,3 triliun atau 6 persen dari ekonomi dunia,” jelas Fadli Zon.

Indonesia ungkap Menbud saat ini sedang mengembangkan berbagai instrumen pembiayaan kebudayaan. Termasuk lewat dana abadi kebudayaan Indonesiana, kerja sama dengan negara mitra melalui program dan produksi bersama, kemitraan publik dan sektor privat (public-private partnership) dalam pengembangan infrastruktur budaya.

“Komitmen kami adalah melindungi hak budaya, memperkuat partisipasi publik, dan membuka ruang pembiayaan agar budaya menjadi pilar pembangunan berkelanjutan pasca-2030,” tegas Menbud.

Sementara itu partisipasi Indonesia pada MONDIACULT 2025 menjadi bagian penting khususnya untuk mendorong diplomasi budaya.

Dalam forum ini kata Menbud, Indonesia membawa pesan bahwa budaya merupakan pilar penting, baik sebagai hak yang dijamin, maupun sebagai kekuatan ekonomi global.

Kehadiran Indonesia di Barcelona juga menegaskan posisinya sebagai bangsa berperadaban besar yang siap memimpin dialog budaya dunia.

Editor : Eka Rahmawati
#fadli zon #Menteri Kebudayaan