Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Catat 3,5 Juta Pengunjung, Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka Jepang Jadi Sorotan Dunia, Menbud Fadli Zon Beri Apresiasi

Yosep Awaludin • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:11 WIB
Menbud Fadli Zon bersama tim Paviliun Indonesia dalam mempromosikan budaya di Expo 2025 Osaka, Jepang
Menbud Fadli Zon bersama tim Paviliun Indonesia dalam mempromosikan budaya di Expo 2025 Osaka, Jepang

RADAR BOGOR—Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi keberhasilan Paviliun Indonesia dalam mempromosikan budaya di Expo 2025 Osaka, Jepang, dengan mencatat lebih dari 3,5 juta pengunjung.

Partisipasi Indonesia dalam event Expo 2025 Osaka yang berlangsung selama enam bulan dan melibatkan 158 negara ini, mampu meningkatkan promosi budaya, meningkatkan pertukaran budaya, dan meningkatkan kolaborasi antar bangsa.

Selama kunjungannya pada Jumat 10 Oktober 2025, Menbud Fadli Zon memberikan hadiah simbolis kepada 3.500.000 pengunjung pavilion Indonesia di Expo 2025 Osaka.

Hadiah tersebut adalah tiket perjalanan ke Bali untuk dua pemenang, yang akan memungkinkan mereka melihat budaya Indonesia secara langsung.

“Ini bahkan melampaui target awal 2,8 juta pengunjung, menandakan tingginya antusiasme masyarakat global terhadap kebudayaan Indonesia,” katanya.

Selama enam bulan penyelenggaraan, Kementerian Kebudayaan mendukung promosi budaya dan meningkatkan paviliun sebagai tempat diplomasi budaya Indonesia.

Di antaranya, melalui dukungan partisipasi pelaku budaya dan berbagai penampilan tari, pencak silat, musik tradisi seperti talempong dan tarawangsa, teater, wastra, dan pameran kriya dan kuliner yang memperkenalkan keberagaman budaya nusantara kepada dunia.

Berdasarkan filosofi Tri Hita Karana, yang berarti harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual, paviliun Indonesia yang mengusung tema "Alam, Budaya, Masa Depan" berfungsi sebagai representasi keseimbangan antara kekayaan budaya, kreativitas, dan inovasi masa depan.

Menbud menyatakan bahwa keberhasilan Paviliun Indonesia menunjukkan bahwa budaya dapat berfungsi sebagai kekuatan diplomasi dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Fadli menyatakan bahwa paviliun ini menunjukkan bagaimana inovasi, budaya, dan kerja sama lintas sektor dapat membangun citra Indonesia sebagai bangsa yang maju, kreatif, dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya.

Expo 2025 Osaka resmi ditutup pada 13 Oktober 2025, setelah berlangsung selama enam bulan. Pameran berskala global ini menarik lebih dari 30 juta orang dari 158 negara, dan memiliki dampak ekonomi sekitar 3 triliun yen (setara Rp330 triliun) bagi wilayah Kansai dan sekitarnya.

Menbud Fadli menyatakan bahwa Indonesia mengambil bagian dalam Expo ini sebagai bagian dari pendekatan diplomasi budaya dan kerja sama global.

“Expo 2025 Osaka memperlihatkan bagaimana tiga pilar utama masa depan dunia adalah budaya, inovasi, dan keberlanjutan. Indonesia hadir sebagai bagian dari percakapan global itu,” tegasnya.

Selain itu, Menbud mempertimbangkan paviliun negara sahabat yang merupakan mitra penting Indonesia dalam kerja sama budaya dan bilateral.

Menbud juga ditemani oleh Endah Retnoastuti, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, selama kunjungan tersebut.

Selanjutnya, Teni Widuriyanti, Sekretaris Utama Bappenas, Dr. Vivi Yulaswati, Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Maria Renata Hutagalung, Chargé d'Affaires KBRI Tokyo, dan Prof. Amzul Rifin, Atdikbud KBRI Tokyo.

Menbud kemudian bertemu dengan Eng. Adel Alfayez, Executive Director Paviliun Arab Saudi. Mereka berbicara tentang kolaborasi budaya dalam industri film, konservasi warisan, dan pertukaran seniman, serta komitmen Indonesia untuk berpartisipasi secara aktif dalam Expo 2030 Riyadh.

"Sebagai dua negara berpenduduk mayoritas Muslim, kita memiliki tanggung jawab bersama menjadikan budaya sebagai jembatan antara spiritualitas, kreativitas, dan kemajuan peradaban," tutur Fadli.

Menbud berbicara tentang potensi kerja sama di bidang teknologi museum, pertukaran kurator, dan desain berkelanjutan saat menjadi tuan rumah di Paviliun Jepang.

Menurutnya, paviliun Jepang menunjukkan bagaimana tradisi dan teknologi dapat berpadu dalam harmoni yang sejalan dengan semangat Indonesia dalam regenerasi budaya.

Menbud juga melihat Blue Ocean Dome, yang menceritakan tentang budaya laut melalui teknologi audiovisual imersif, dan Paviliun Tiongkok, yang menunjukkan kesinambungan budaya melalui kemajuan digital.

Menbud mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PPN dan Bappenas, yang bertanggung jawab atas paviliun, atas kerja sama lintas lembaga dan mitra strategis yang mendukung kesuksesan ini. (***)

Anggota DPRD NTB Sudirsah Sujanto mengatakan penurunan TKD yang cukup signifikan akan berdampak pada kemampuan belanja daerah.
Anggota DPRD NTB Sudirsah Sujanto mengatakan penurunan TKD yang cukup signifikan akan berdampak pada kemampuan belanja daerah.
Editor : Yosep Awaludin
#fadli zon #budaya #Expo 2025 Osaka