RADAR BOGOR - Proyek unggulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yakni pembangunan family office, menemui kendala setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayainya.
Family office atau Wealth Management Consulting (WMC) adalah lembaga penasihat kekayaan yang melayani individu maupun keluarga dengan aset sangat besar.
Konsep ini memungkinkan investor kaya atau global menanamkan modal di Indonesia tanpa terkena pajak.
Ide pendirian family office ini sudah digagas Luhut sejak menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada era Presiden Joko Widodo.
DEN menargetkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Family Office dan Pusat Keuangan di Bali sebagai pintu masuk investasi asing ke berbagai sektor riil di Indonesia.
Proyek ini sempat dijadwalkan mulai berjalan Februari 2025, namun hingga kini masih dalam tahap persiapan.
Baca Juga: MAMA Awards 2025, Ajang Penghargaan Musik K-Pop Terbesar Siap Digelar di Hongkong
Luhut memastikan rencana tersebut tetap berlanjut di era Presiden Prabowo Subianto, dan menargetkan operasionalnya bisa dimulai tahun ini.
Pemerintah juga melibatkan masukan dari investor global ternama seperti Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates.
Menanggapi wacana ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak akan mengalokasikan APBN untuk proyek tersebut.
“Biar saja, kalau DEN bisa bangun sendiri ya bangun saja. Anggarannya tidak akan saya alihkan ke sana,” ujarnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin 13 Oktober 2025.
Purbaya menambahkan, dirinya belum terlalu memahami konsep family office meskipun Luhut sering membicarakannya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Pecah Rekor Lagi, Tembus Rp2,36 Juta per Gram
Ia menegaskan, akan fokus mengalokasikan APBN untuk program yang tepat sasaran dan menghindari kebocoran anggaran.
“Kalau mau saya doakan saja. Saya belum pernah melihat detail konsepnya, jadi belum bisa memberi komentar lebih jauh,” pungkas Purbaya. (*)