RADAR BOGOR - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka laporan yang masuk ke dalam nomor khusus untuk aduan.
"2 hari yang lalu kita buka laporan ke Pak Purbaya, lapor Pak Purbaya," ungkapnya.
Purbaya membeberkan, dalam dua hari sebanyak 15.933 pesan masuk ke dalam nomor aduan.
"Yang ucapan selamat ada 2.459 ya. Muji-mujilah. lumayanlah sisanya 13.285 sedang diverifikasi," lanjutnya.
Purbaya mengatakan, sepuluh laporan sudah mulai dikerjakan.
"Misalnya ini dari satu yang panjang aja ya. Selamat pagi, saya mau melaporkan, setiap hari saya melihat petugas Bea Cukai nongkrong di Starbucks lengkap dengan laptop," ucapnya.
Laporan tersebut menyebutkan, petugas Bea Cukai rapat dengan banyak orang, sesama petugas Bea Cukai dan sepertinya aparat lain berbaju preman bebas seharian.
"Orang-orang ini di Starbucks setiap hari dan yang dibicarakan selalu tentang bisnis aset," ucap Menteri Keuangan.
Pelapor yang merupakan wiraswasta mengaku risih melihat para pegawai bergerombol.
"Ngobrol keras-keras seharian setiap hari dengan baju dinas bea cukai," Tambahnya.
Purbaya menegaskan, temuan tersebut akan segera ditindak.
"Ini lengkap tempatnya nih. Jadi pasti bisa kita akan kejar. Coba coba jelasin dulu Dirjen Bea
Cukai, kenapa anak buah bisa begitu?" tanyanya kepada Dirjen Bea Cukai.
"Nanti kita cek Pak, langsung habis ini kita deliver ke teman-teman yang di spot nanti kita lakukan verifikasi. Nanti kita lapor hasilnya," tutur Dirjen Bea Cukai.
Purbaya menyampaikan, jika ingin nongkrong jangan di starbuck, namun di warung pinggir jalan.
"Paling enggak orang-orang itu enggak curiga, enggak sama aja di mana pun kejar ya. Jadi saya baru tahu," ucapnya.
Purbaya berujar, pegawai Bea Cukai tersebut tidak perduli.
"Dianggapnya saya main-main. Bilang hari Senin ke depan kalau ada yang ketemu begini lagi gua akan pecat.
Walaupun katanya mencatat pegawai negeri susah, saya akan pecat. Saya persulit hidupnya," tegasnya.
Purbaya mengatakan, tidak sopan nongkrong di kafe dengan pakaian seragam.
"Yang sopan dikitlah paling enggak, enggak kelihatan ya. Ini kan jadi kelihatan bahwa kalau mereka lapor bagus-bagus terus kelihatan di lapangannya begini," tandasnya
Purbaya meminta masukan dari warga, agar bisa membenahi pelan-pelan.
Editor : Siti Dewi Yanti