Program Magang dengan Kuota 80 Ribu Dibuka untuk Fresh Graduate, Ada Uang Saku Setara UMK! Peluang Emas Lulusan Baru
Kholikul Ihsan• Sabtu, 18 Oktober 2025 | 21:04 WIB
Ilustrasi: Program magang kerja dibuka pemerintah.
RADAR BOGOR - Pemerintah secara agresif meluncurkan program magang terbesar yang menyasar lulusan perguruan tinggi (fresh graduate).
Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja konkret dan mendorong terciptanya lapangan kerja produktif di tengah tingginya angka pengangguran terdidik.
Dalam pengumuman paket kebijakan ekonomi terbaru, pemerintah memastikan bahwa program magang ini akan menampung hingga 80.000 peserta dan dibuka bagi mereka yang baru lulus dari universitas.
Program magang ini tidak main-main, setelah membuka gelombang pertama sebanyak 20.000 orang yang akan mulai bekerja pada 20 Oktober 2025 ini, pemerintah langsung mengumumkan peningkatan kapasitas di gelombang selanjutnya.
“Bulan depan akan dibuka kembali dan ditingkatkan menjadi 80.000 peserta magang,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam sebuah pernyataan pers.
Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Peserta akan ditempatkan di sektor strategis, termasuk:
- Dunia usaha dan industri.
- Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
- Lembaga pemerintah dan Bank Indonesia.
Tujuannya memberikan pengalaman kerja yang relevan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.
Daya tarik utama program ini adalah fasilitas yang ditawarkan, jauh di atas program magang biasa. Pemerintah menjamin peserta akan mendapatkan kompensasi yang layak.
Setiap peserta magang akan diberikan uang saku per bulan yang besarannya disamakan dengan uang saku daerah kabupaten dan kota (setara UMK/UMR).
Dilansir dari YouTube Pendamping Sosial, tak hanya itu, peserta juga mendapatkan perlindungan sosial penuh berupa iuran Jaminan Kehilangan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Penting dicatat, iuran jaminan sosial tersebut tidak memotong uang saku yang diberikan oleh pemerintah, memastikan peserta menerima uang saku secara utuh. Pembukaan batch kedua yang menargetkan 80.000 peserta akan dilakukan pada bulan November.
Tingginya antusiasme terlihat dari data sementara. Per hari ini, tercatat ada 166 perusahaan yang telah mendaftarkan dan menyiapkan posisi kerja. Total lowongan yang ditawarkan mencapai 26.181 posisi, sementara jumlah pelamarnya sudah mencapai 156.159 orang.
Angka ini menunjukkan besarnya permintaan pasar terhadap peluang kerja yang disediakan pemerintah dan industri. Diharapkan dengan target 80.000 peserta, lebih banyak lulusan baru yang dapat terserap.
Program magang ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi yang lebih luas, bersamaan dengan peluncuran BLT Kesra untuk 35 juta KPM, namun fokus utama pemerintah kali ini adalah memastikan angkatan kerja muda memiliki bekal dan kesempatan untuk memasuki dunia profesional.***