Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Seorang Pria Ngaku Pernah 15 Tahun di Penjara Sekarang Angkut Sampah, Temui Gubernur Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk Modal Usaha Rongsok

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 19 Oktober 2025 | 08:28 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdialog dengan mantan preman yang kini jadi tukang sampah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdialog dengan mantan preman yang kini jadi tukang sampah.

RADAR BOGOR - Seorang pria bernama Ateng mendatangi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat di Kota Tasikmalaya dan menuturkan perjalanan hidupnya yang penuh liku.

Dia mengaku bahwa dirinya pernah menjalani hukuman penjara selama total 15 tahun, yakni 10 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang dan 5 tahun di Lapas Paledang Bogor.

Dalam prosesnya, ia menyebut bahwa dulu dirinya adalah tukang gelut (preman) yang terlibat perkelahian dengan dua orang sekaligus.

Baca Juga: Update Terbaru! 372.969 KPM Mulai Menerima Bansos PKH dan BPNT Tahap Empat, Pemerintah Pastikan Tepat Sasaran

Kini, pria tersebut bekerja sebagai pengumpul dan penjual rongsokan di Pasar.

Ia mengaku, hanya memperoleh uang sekitar Rp20.000 per hari.

Dia menuturkan bahwa selama masa sulit tersebut, istri-nya tetap setia mendampingi meski sang suami dipenjara belasan tahun.

Baca Juga: Jelajahi Serunya Nawa Experience Majika x Hansaplast di Museum Mandiri, Dijamin Bikin Pengen Balik Lagi

Saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, pria ini menjelaskan keinginannya agar mendapat modal dari pemerintahan untuk mengembangkan usaha rongsokan.

“Kalau semua rakyat Jawa Barat datang ke gubernur minta modal, mungkin tidak bisa semua. Tetapi jika diberi modal, saya yakin tidak bisa kelola,” ujarnya.

Ia memberi gambaran bahwa dengan modal Rp500 ribu misalnya, bisa membeli rongsok dan menjalankan usaha kecil-kecilan.

Baca Juga: Siap-Siap! Prediksi Pencairan PKH dan BPNT Tahap 4 Berdasarkan Pembagian Wilayah, Cek Daftarnya dan Pastikan Kelengkapannya

“Saya tukang angkut sampah di pasar, dulu saya preman, sekarang saya ingin berubah,” katanya.

Kepada Gubernur Jawa Barat, ia menunjukkan berbagai tato di tubuhnya sebagai bagian dari masa lalunya.

Namun, sekarang menegaskan ingin fokus bekerja halal dan berbagi hasil dengan istrinya.

Baca Juga: KPM BPNT Cair Rp1,5 Juta di Tahap Keempat, Bantuan Reguler dan BLT Kesra Siap Disalurkan Lewat KKS Mulai Senin

Akhirnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadikan pria tersebut sebagai petugas kebersihan di jalan Provinsi Jabar sejak 1 November 2025.  (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #Kota Tasikmalaya #gubernur jawa barat