Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tekanan Global Makin Kuat, Indonesia Malah Ukir Berbagai Rekor Ekonomi di Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 19 Oktober 2025 | 16:12 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

RADAR BOGOR - Dalam tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Tidak hanya menargetkan pertumbuhan kuantitatif, berdasarkan data Badan Komunikasi Kepresidenan, pemerintah juga menekankan pertumbuhan berkualitas dan berpihak pada rakyat, sehingga Indonesia berhasil mencatat salah satu kinerja ekonomi terbaik di dunia meski menghadapi tekanan global.

Alhasil, terjadi langkah kokoh transformasi bangsa

Capaian Utama Pemerintah (Tahun Pertama):

• Pertumbuhan ekonomi stabil 5 persen, salah satu yang tertinggi secara global, bahkan pertumbuhan triwulan II-2025 mencapai 5,12 persen.

• Subsidi pupuk tersalurkan 9,55 juta ton ke 14,91 juta petani, menjaga ketahanan pangan nasional.

• Inflasi berhasil ditekan hingga 2 persen, terendah di antara negara-negara G20, menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.

• Defisit APBN di bawah 3 persen PDB, mencerminkan kesehatan fiskal yang terjaga.

• Angka kemiskinan menurun menjadi 8,47 persen, rekor terendah dalam sejarah Indonesia.

• Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,76 persen, terendah sejak krisis 1998.

• Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hadir, meningkatkan akurasi penyaluran program bantuan sosial.

Dampak Langsung bagi Rakyat:

Stabilitas ekonomi baru terasa signifikan ketika dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah memperkuat ekonomi rakyat melalui pangan, UMKM, dan sektor pertanian:

1. 67.000 pelaku UMKM, petani, dan nelayan kembali ‘bankable’, terkoneksi dengan lembaga keuangan formal.

2. 145 aturan distribusi pupuk dicabut, memotong birokrasi, pupuk langsung sampai ke tangan petani.

3. Harga gabah naik menjadi Rp6.500/kg, meningkatkan pendapatan petani.

4. Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 124,36, rekor tertinggi sebagai indikator kesejahteraan meningkat.

5. 225.000 hektare sawah baru dicetak, memperkuat ketahanan pangan nasional.

6. Produksi beras mencapai 31 juta ton (Januari–Oktober), memecahkan rekor nasional.

7. Cadangan beras Bulog mencapai 4,2 juta ton, stok aman sepanjang tahun.

8. Ekspor bantuan beras ke Palestina pertama kalinya, menegaskan kekuatan dan solidaritas Indonesia.

Terobosan Membangun Kemandirian Ekonomi

Pemerintah juga menyiapkan fondasi ekonomi jangka panjang melalui investasi strategis:

• Danantara (Sovereign Wealth Fund Indonesia) mengelola aset USD 1 triliun, masuk lima terbesar dunia untuk mendanai proyek nasional.

• Investasi semester I 2025 mencapai Rp942,9 triliun, naik 13,6 persen dibanding periode sama 2024, menyerap 1.259.868 tenaga kerja.

• Investasi strategis CATL (China) mendukung hilirisasi industri baterai dan kendaraan listrik, memperkuat industri nasional.

Di tengah gejolak global, ekonomi Indonesia tidak hanya stabil tetapi terus bergerak maju.

Pemerintah menegaskan stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, kesejahteraan petani, UMKM naik kelas, dan kemandirian ekonomi sebagai fondasi kokoh transformasi bangsa. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Langkah Kokoh Transformasi Bangsa #ekonomi #presiden prabowo subianto