RADAR BOGOR - Dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menegaskan kembali komitmennya bahwa pembangunan manusia menjadi inti dari kemajuan bangsa.
Upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan terus dikebut melalui pemerataan fasilitas, perluasan kesempatan belajar, hingga modernisasi sistem pembelajaran di seluruh Indonesia.
Langkah nyata ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa.
Fokus utamanya jelas yaitu membuka jalan bagi mobilitas sosial, memastikan setiap anak Indonesia di mana pun ia lahir memiliki kesempatan yang sama untuk maju, serta menyiapkan generasi produktif menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sesuai data Badan Komunikasi Kepresidenan, capaian utama setahun terakhir (hingga 18 Oktober 2025) kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto:
• 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi, memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
• 15.945 siswa dari keluarga Desil 1–2 menerima beasiswa penuh, bersekolah gratis, dan mendapatkan dukungan penuh untuk menempuh pendidikan berkualitas.
• Peluncuran Sekolah Garuda sebagai lokomotif pendidikan unggul nasional, dimulai dengan 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 Sekolah Garuda Baru.
• Renovasi 16.140 gedung sekolah dari SD hingga SMA, memastikan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh siswa.
• Digitalisasi pendidikan makin masif—sebanyak 288.000 ruang kelas kini dilengkapi Interactive Flat Panel (IFP) dan konten pembelajaran digital interaktif, membawa teknologi pendidikan ke berbagai pelosok tanah air.
Dampak Kebijakan Pendidikan:
1. Akses pendidikan berkualitas kini merata, tak lagi hanya terpusat di kota besar.
2. Sekolah Rakyat menjadi jembatan mobilitas sosial, memberi peluang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memutus rantai kemiskinan.
3. Sekolah Garuda berperan sebagai pusat pembibitan generasi unggul, mencetak siswa berdaya saing global.
4. Renovasi sekolah meningkatkan kenyamanan belajar, memperkuat mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
5. Transformasi digital pendidikan berjalan cepat dan terarah, menjangkau hingga ke daerah terpencil.
Pemerintah menegaskan, pembangunan pendidikan tidak hanya sebatas membangun gedung sekolah, melainkan membangun masa depan bangsa.
Karena itu, transformasi pendidikan dijalankan melalui dua jalur utama yakni memperluas akses pendidikan secara adil serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara merata di seluruh pelosok Indonesia.
Dengan langkah nyata ini, pemerintah berharap setiap anak Indonesia memiliki bekal yang kuat untuk bersaing di era global, sekaligus menjadi bagian dari generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim