RADAR BOGOR - Di tengah ketidakpastian geopolitik global, meningkatnya konflik, dan persaingan perebutan sumber daya, kawasan Indo-Pasifik kini menjadi arena utama tarik-menarik kepentingan negara-negara besar.
Menghadapi situasi yang kompleks ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan dan ketahanan nasional sebagai fondasi utama kedaulatan negara yang aman, berdaulat, dan disegani dunia.
Capaian Strategis Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam Satu Tahun
Dalam tahun pertama pemerintahannya, sesuai data Badan Komunikasi Kepresidenan, sejumlah langkah telah diambil untuk membangun sistem pertahanan nasional yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Baca Juga: Pakansari Disulap Jadi Kota Mini Terpadu: CBD Bogor Rasa Konservasi, Religi, dan Wisata Modern
Pertama, pembentukan 100 Batalyon Teritorial Pembangunan, yang tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga berperan aktif dalam program strategis nasional seperti ketahanan pangan, pembangunan desa produktif, dan mitigasi bencana.
Selanjutnya, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) mulai dijalankan, ditandai dengan penampilan 13 alutsista strategis baru pada peringatan HUT Ke-80 TNI sebagai simbol peningkatan kemampuan pertahanan nasional.
Kemudian, kekuatan militer Indonesia kini menempati peringkat ke-13 dunia dengan skor 0,2557 berdasarkan Global Firepower Index 2025, menegaskan posisi Indonesia di jajaran kekuatan militer global.
Baca Juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran: Peran Polri di Balik Keberhasilan Awal Program Unggulan Ketahanan Pangan
Sedangkan di tingkat regional, Indonesia berada di peringkat 9 dari 27 negara Asia dalam Asia Power Index 2024, meraih skor 22,3 dengan kenaikan 2,9 poin, peningkatan tertinggi di kawasan Asia.
Lonjakan ini ditopang oleh peningkatan pengaruh diplomatik (+5,1), kekuatan ekonomi (+5,2), dan jaringan pertahanan (+4,3).
Ini adalah kelanjutan dari capaian Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menjabat sebagai Menhan RI
Termasuk, pertahanan laut dan udara juga diperkuat, terutama di wilayah perbatasan, guna mencegah pelanggaran kedaulatan dan mempertegas kehadiran Indonesia di wilayah strategis.
Baca Juga: Ada Nama Harry Maguire, Ini 3 Pemain Terbaik Manchester United saat Kalahkan Liverpool
Pemerintah juga memulai program perlindungan pesisir utara Jawa sebagai bagian dari strategi keamanan iklim nasional, menghadapi ancaman rob dan abrasi yang berpotensi mengganggu stabilitas wilayah.
Dampak Kebijakan: Pertahanan yang Menyeluruh dan Berkelanjutan
Kebijakan pertahanan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada kekuatan militer semata, tetapi juga membangun sistem pertahanan yang menyeluruh dan berlapis:
1. Pertahanan nasional diperkuat secara komprehensif, mencakup kesiapan wilayah dan kemampuan operasional.
2. Kedaulatan teritorial dijaga melalui peningkatan kesiapsiagaan maritim dan udara.
3. Keamanan sumber daya alam semakin terjamin untuk kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.
4. Ketahanan lingkungan diintegrasikan sebagai elemen penting dalam strategi keamanan nasional jangka panjang.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertahanan bukan semata kekuatan militer, melainkan juga kemampuan bangsa untuk melindungi rakyat, menjaga kedaulatan, dan menjamin masa depan Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim