RADAR BOGOR - Nama Indonesia semakin bersinar di panggung internasional.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, strategi diplomasi Indonesia bukan sekadar menjaga hubungan bilateral, tetapi menegaskan kepentingan nasional, memperjuangkan keadilan global, dan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat.
Politik luar negeri Indonesia dijalankan secara bebas dan aktif, tanpa terikat blok mana pun, dengan fokus pada perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan.
Baca Juga: Minim Ruang Kelas, Siswa MI Sirojul Huda 2 Kota Bogor Terpaksa Belajar di Tanah Lapang
Prinsip “seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak” dijadikan strategi diplomasi yang cerdas dan efektif.
Berdasar data Badan Komunikasi Kepresidenan, capaian diplomasi dan ekonomi dalam setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diantaranya perjanjian Dagang Internasional.
CEPA dengan Uni Eropa selesai setelah 10 tahun negosiasi, sementara kerja sama strategis dengan Kanada rampung setelah 9 tahun, membuka pasar baru untuk produk Indonesia di tengah tantangan geopolitik global.
Baca Juga: Diduga Depresi, Pria di Kota Bogor Nekat Tabrakkan Diri ke Truk Box di Jalan Sholeh Iskandar
Selanjutnya, kesepakatan Dagang dengan Amerika Serikat.
Tarif produk Indonesia berhasil diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen pada 15 Juli 2025, memperkuat daya saing ekspor terutama di sektor padat karya.
Kemudian, diplomasi pertahanan dan kehormatan internasional.
Ya, kehadiran kontingen Garuda di Bastille Day Prancis dan Republic Day India menunjukkan pengakuan tinggi dari negara sahabat.
Tidak hanya itu, Indonesia berkontribusi dalam perdamaian dunia.
Dalam Sidang Umum ke-80 PBB, Indonesia menawarkan 20.000 pasukan perdamaian untuk Gaza, Ukraina, dan kawasan konflik lainnya.
Pemerintah juga mengirim bantuan pangan senilai Rp200 miliar ke Palestina sebagai bentuk komitmen kemanusiaan.
Termasuk, pendirian Kementerian Haji mempercepat waktu tunggu dari 40 tahun menjadi 26,4 tahun, sekaligus memperkuat pelayanan bagi jamaah.
Pembangunan Kampung Indonesia di Makkah juga menegaskan hubungan kultural dengan Arab Saudi.
Baca Juga: Pakansari Disulap Jadi Kota Mini Terpadu: CBD Bogor Rasa Konservasi, Religi, dan Wisata Modern
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda membuahkan investasi senilai USD 23,8 miliar (Rp380 triliun) serta kerja sama ICA CEPA, menegaskan kepercayaan dunia terhadap masa depan Indonesia.
Nah, hal tersebut berdampak positif dalam diplomasi Indonesia yakni semakin diakui sebagai negara berpengaruh dan berprinsip di kancah global.
Diplomasi pro-rakyat berdampak nyata pada ekspor, investasi, dan penyerapan lapangan kerja.
Baca Juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran: Peran Polri di Balik Keberhasilan Awal Program Unggulan Ketahanan Pangan
Sedangkan, pelayanan terhadap WNI di luar negeri, termasuk urusan haji, semakin ditingkatkan.
Dengan strategi bebas aktif dan non-blok, Indonesia terus memperluas kerja sama strategis yang membawa manfaat nyata bagi rakyat, menjaga martabat bangsa, dan aktif mendorong perdamaian dunia. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim