RADAR BOGOR - Kabar bahagia tengah menyelimuti para tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Setelah berbulan-bulan menanti kepastian, Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan III tahun 2025 akhirnya cair di berbagai provinsi.
Informasi ini beredar cepat di media sosial dan grup komunitas guru di Facebook, soal pencairan tunjangan profesi untuk tenaga pendidik.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube Budi Wijaya Guru, disebutkan secara rinci daerah-daerah tenaga pendidi yang telah menerima pencairan tunjangan profesi guru.
Dari SKTP 6 Oktober hingga 7 Oktober 2025, laporan pencairan masuk bertubi-tubi dari berbagai daerah:
• Banten, Serdang Bedagai, Bandung, Bandar Lampung, Kediri, Bogor, hingga Bekasi
• Papua Barat, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat
• Jambi, Tanjung Jabung Barat, Sulawesi Selatan, hingga Bangka Belitung dan Nganjuk
Jumlah dan Rincian Pencairan
Beberapa guru melaporkan nominal yang diterima mencapai sekitar Rp9.340.000, tergantung masa kerja dan jenjang pendidikan.
Pencairan dilakukan melalui berbagai bank mitra, seperti Bank BRI, BPD, BJB, dan Bank Jateng.
Menariknya, beberapa daerah seperti Sintang (Kalimantan Barat) dan Ambon (Maluku) bahkan sudah menerima pencairan sejak 22 September 2025, lebih cepat dari jadwal umum.
Jadwal Bervariasi per Daerah
Berdasarkan laporan netizen:
• SKTP tanggal 6 Oktober: Banten, NTB, Bekasi, Sulut.
• SKTP tanggal 7 Oktober: Kediri, Pinrang, dan Sulbar.
• SKTP tanggal 21 Oktober: Bartim, Kalimantan Tengah.
Sementara itu, daerah seperti Serang, Tanjung Pinang, dan Nganjuk disebut baru mulai pencairan bertahap minggu ini.
Meskipun sebagian besar daerah sudah menerima pencairan, sejumlah guru menyoroti lambannya pencairan di beberapa wilayah terpencil.
Mereka berharap pemerintah dapat menstandarkan jadwal agar tidak menimbulkan kesenjangan informasi di lapangan.
Dengan pencairan TPG TW3 ini, ratusan ribu guru kini bisa bernapas lega.
Pencairan triwulan berikutnya (TW4) diperkirakan akan berlangsung pada Desember 2025, jika seluruh proses administrasi berjalan lancar.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga