RADAR BOGOR - Instagram baru aja ngeluncurin fitur baru yang langsung jadi bahan obrolan warganet di media sosial namanya Instagram Map.
Fitur baru Instagram Map ini memungkinkan warganet buat berbagi lokasi secara langsung (real-time) ke teman atau orang lain di Instagram.
Kedengarannya seru, tapi ternyata, fitur baru Instagram Map ini juga bisa bikin sebagian warganet ketar-ketir karena masalah privasi.
Bisa Lihat Lokasi Teman di Peta
Dengan Instagram Map, pengguna bisa tahu di mana teman-temannya berada lewat tampilan peta di aplikasi.
Kamu juga bisa pilih siapa aja yang bisa lihat lokasi kamu mulai dari Close Friends, teman tertentu, sampai publik.
Bedanya dari fitur berbagi lokasi biasa, Instagram Map nunjukin posisi kamu secara real-time, bukan cuma lokasi terakhir.
Jadi, kalau kamu lagi nongkrong di kafe atau jalan-jalan, teman kamu bisa tahu kamu lagi di mana saat itu juga.
Canggih Tapi Penuh Risiko
Meski fitur ini bisa bikin kamu makin dekat sama teman-teman, tetap aja ada sisi bahayanya.
Menurut unggahan dari Diskominfo Jabar, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai dari fitur ini:
1. Stalking (Penguntitan)
Orang yang nggak dikenal bisa tahu keberadaan kamu dan ngintilin aktivitasmu lewat peta.
2. Kebocoran Data Pribadi
Kalau lokasi kamu digabung sama informasi lain di media sosial, bisa aja data pribadi seperti alamat rumah ikut kebuka.
3. Kejahatan Dunia Nyata
Lokasi yang tersebar bisa dimanfaatin buat hal negatif seperti pencurian, pelecehan, atau kekerasan.
Tips Aman Pakai Instagram Map
Biar tetap aman tapi tetap bisa menikmati fitur barunya, Diskominfo Jabar ngasih beberapa saran nih:
• Batasi siapa yang bisa lihat lokasi kamu.
Cukup untuk Close Friends aja, atau matikan fitur berbagi lokasi kalau nggak perlu.
• Atur izin lokasi di HP. Ubah jadi “While Using the App” supaya Instagram nggak terus memantau lokasi kamu.
Aktifkan keamanan dua langkah (2FA). Ini penting buat mencegah akun kamu diretas atau disalahgunakan.
Canggih Boleh, Tapi Tetap Waspada
Buat kamu yang pengin coba fitur ini, nggak ada salahnya. Tapi tetap ingat, nggak semua hal harus dibagikan ke publik. Privasi itu penting, apalagi di era digital kayak sekarang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga