Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Prihatin Dampak Negatif Medsos, Wali Nanggroe Aceh Desak Presiden Prabowo Subianto Buat Aturan Ketat

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:11 WIB
Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar prihatin terhadap dampak media sosial.
Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar prihatin terhadap dampak media sosial.

RADAR BOGOR - Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan media digital, khususnya media sosial atau Medsos.

Menurutnya, arus informasi yang tak terkendali di dunia maya kini telah memberikan pengaruh besar terhadap perilaku generasi muda Indonesia.

Dalam pertemuan silaturahmi dengan pengurus Serikat Penerbit Pers (SPS) di kediamannya di Jalan Soekarno-Hatta, Gampong Blang Manyang, Aceh Besar, Selasa sore (21/10/2025), Malik Mahmud menilai bahwa Medsos telah menjadi sumber penyebaran hoaks dan berita palsu yang menyesatkan banyak kalangan muda.

Ia menilai, kemajuan teknologi digital yang seharusnya digunakan untuk kemajuan bangsa justru disalahgunakan untuk menyebarkan disinformasi dan memutarbalikkan kebenaran.

Menurutnya, fenomena tersebut telah menggerus karakter, sopan santun, dan kehalusan budi bahasa generasi muda.

Tokoh berusia 86 tahun itu menegaskan bahwa daya rusak Medsos terhadap perilaku anak muda kini semakin tinggi.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa budaya dan tata krama bangsa Indonesia tengah terancam hilang akibat paparan konten negatif yang tersebar bebas di ruang digital.

Selain itu, Malik Mahmud juga menyoroti semakin bebasnya pemberitaan di era digital yang dinilainya cenderung liberal dan tanpa kendali.

Ia menilai penyebaran berita hoaks yang masif menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa, apalagi di tengah dominasi platform global yang membawa pengaruh kapitalisme dan imperialisme baru.

Menurut Malik Mahmud, bangsa Indonesia sejatinya memiliki akar budaya dan nilai-nilai luhur yang kuat, termasuk nilai agama yang menjadi fondasi moral masyarakat.

Namun, semua itu kini tengah terkikis oleh penyalahgunaan media digital yang tidak bertanggung jawab.

Melihat kondisi tersebut, Malik Mahmud berencana menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera menerbitkan aturan yang mengatur penggunaan media sosial dan media digital di Indonesia.

Ia menilai regulasi yang tegas sangat dibutuhkan untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk dunia maya.

Pertemuan dengan rombongan SPS yang dipimpin Ketua Umum Yanuar Ruswita dan Sekjen Asmono Wikan berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Wali Nanggroe turut didampingi Staf Khusus Urusan Diplomasi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Perdamaian Aceh, Mohammad Raviq, serta Sekretaris Wali Nanggroe Abdullah Hasbullah.

SPS sendiri tengah melaksanakan HUT ke-79 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Banda Aceh pada 20 hingga 23 Oktober 2025.

Rangkaian kegiatan digelar di Pendopo Gubernur Aceh, serta di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Bupati Aceh Besar, dan Wali Kota Sabang.

Dalam kesempatan tersebut, Malik Mahmud menyampaikan apresiasinya terhadap SPS yang terus berperan menjaga keberlangsungan industri pers nasional.

Ia berharap SPS dapat terus mengembangkan jurnalisme yang bermartabat, menyebarkan berita yang berkualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan bangsa. (hen)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#media sosial #Wali Nanggroe Aceh #presiden prabowo subianto #medsos