Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkuat Ekosistem Industri Pers, SPS Usulkan Dana Jurnalisme hingga Hapus PPN Produk Media Cetak

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:07 WIB
SERIUS: SPS mendorong adanya dana jurnalisme hingga literasi media jadi agenda nasional.
SERIUS: SPS mendorong adanya dana jurnalisme hingga literasi media jadi agenda nasional.

RADAR BOGOR - Menghadapi tantangan disrupsi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, Serikat Perusahaan Pers (SPS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem industri pers nasional melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SPS 2025 yang berlangsung di Banda Aceh pada 21–22 Oktober 2025.

Forum tahunan ini melahirkan sejumlah rekomendasi strategis, seperti penguatan kedaulatan informasi, pemerataan ekonomi media, serta peningkatan literasi publik di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pimpinan Sidang Rakernas SPS 2025, Suhendro Boroma, menilai bahwa langkah-langkah tersebut merupakan upaya nyata untuk menjawab tantangan zaman sekaligus membangun masa depan jurnalisme yang independen, profesional, dan berpihak kepada kepentingan publik.

Dana Jurnalisme Indonesia Jadi Fokus Utama

Salah satu poin krusial hasil Rakernas adalah dukungan penuh terhadap pembentukan Dana Jurnalisme Indonesia.

Inisiatif ini diharapkan menjadi mekanisme pendanaan publik guna memperkuat kualitas jurnalisme nasional.

SPS juga mendorong Dewan Pers untuk menyusun tata kelola dana tersebut secara transparan, akuntabel, dan inklusif, dengan melibatkan organisasi media di dalamnya.

Dana Jurnalisme dianggap sebagai investasi strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berkualitas, dan bermartabat.

Dorongan Kebijakan Fiskal dan Iklan Negara yang Berkeadilan

Selain pendanaan, SPS juga menyerukan agar pemerintah menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi produk media cetak serta menata ulang kebijakan belanja iklan negara.

Tujuannya agar distribusi anggaran iklan lebih adil antara media nasional dan lokal, tidak hanya terserap oleh platform digital global.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan industri media, khususnya bagi media daerah dan komunitas yang menghadapi tekanan ekonomi akibat pergeseran iklan ke platform digital.

SPS turut mendorong pemberian insentif fiskal dan akses teknologi guna mempercepat transformasi digital media serta pengembangan model bisnis yang adaptif dan beretika.

Literasi Media Jadi Agenda Strategis Nasional

Dalam upaya membangun generasi muda yang cerdas dan kritis, SPS menetapkan literasi media sebagai agenda strategis nasional.

Melalui program “Muda Melek Media”, SPS akan berkolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan komunitas literasi di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua Umum SPS Pusat sekaligus Sekretaris Sidang Rakernas, Syamsudin Hadi Sutarto, menekankan pentingnya pembekalan pengetahuan media bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh arus disinformasi di ruang digital.

Deklarasi di Titik Nol Kilometer Indonesia

Sebagai bentuk penegasan komitmen, seluruh rekomendasi Rakernas akan dideklarasikan di Titik Nol Kilometer Indonesia, Sabang, pada 23 Oktober 2025.

Momen ini menjadi simbol tekad baru SPS dalam memperkuat peran media sebagai penjaga demokrasi sekaligus pilar pembangunan bangsa. (*)

Dialog Interaktif: Kiat Sukses Memperoleh Dana Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan yang digelar di Universitas Negeri Manado, Rabu (22/10). (dok. Istimewa)
Dialog Interaktif: Kiat Sukses Memperoleh Dana Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan yang digelar di Universitas Negeri Manado, Rabu (22/10). (dok. Istimewa)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Suhendro Boroma #Dana Jurnalisme #digital #sps #aceh