RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 di Pontianak. Gus Ipul mengaku kagum dengan toleransi beragama siswa saat melihat mereka makan siang.
"Saya bersyukur ketika siswa-siswa ini makan siang tadi, saat diajak berdoa, beberapa orang berdoa dengan agama Islam, sedangkan yang lain berdoa dengan agama lain. Ini menunjukkan toleransi dan kebersamaannya," tutur Gus Ipul.
"Doanya beda-beda tapi duduknya berjejer, rukun, saling peduli satu sama lain, ini salah satu yang perlu kita apresiasi," kata Gus Ipul.
Gus Ipul tiba di SRT 53 Pontianak pada pukul 12.40 WIB, disambut oleh tarian bela diri tradisional dan yel-yel siswa.
Selain itu, ada momen menyenangkan saat Gus Ipul memeluk dan bersalaman dengan para siswa.
Selepas bertemu dengan siswa, Gus Ipul melihat fasilitas siswa, termasuk asrama, ruang makan, dan kamar siswa.
Salah satu Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pontianak adalah SRT 53 yang melayani jenjang lengkap mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Ini karena terintegrasi berarti ada SD, SMP, dan SMA. Salah satu sekolah ini mulai beroperasi pada bulan September.
Jadi ini baru, belum genap satu bulan, baru proses adaptasi yang biasanya memiliki banyak dinamika di bulan-bulan awal.
Gus Ipul juga menyatakan bahwa siswa di Sekolah Rakyat memerlukan proses adaptasi dan pembiasaan yang diatur setiap hari.
"BHnya pada bulan kedua dan ketiga, semuanya insya Allah akan lebih baik, semuanya juga sudah bisa saling menyesuaikan, dan pembelajaran akan berjalan lebih lancar. Selain itu, di sini ada SD yang sangat bagus," ujarnya.
Tidak hanya diperlukan kemampuan khusus untuk mengajar siswa di Sekolah Rakyat, tetapi juga guru memerlukan kesabaran dan empati saat mendidik siswa di Sekolah Rakyat karena siswa berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.
Gus Ipul menyatakan bahwa guru kepala sekolah di Sekolah Rakyat harus memiliki empati, kesabaran, dan keinginan untuk membimbing anak-anak ini dengan memperkuat sikap kebersamaan.
"Tidak ada bullying, tidak ada perundungan, tidak ada pelecehan seksual, dan juga diharapkan tidak ada tindakan intoleransi," katanya.
Diharapkan setiap Kabupaten/Kota akan memiliki Sekolah Rakyat, kata Gus Ipul. Saat ini, dia menekankan pentingnya terus menyempurnakan data untuk memastikan program tersebut mencapai tujuan.
"Dan sekarang kita terus memperkuat data kita, agar nanti kalau sekolahnya berdiri, benar-benar bisa diisi oleh orang-orang yang memang memenuhi kriteria," tandasnya.
SRT 53 Pontianak memiliki 78 siswa, terdiri dari 21 siswa di SD, 19 siswa di SMP, dan 38 siswa di SMA. Ada 19 guru yang membantu proses pembelajaran. (***)
Editor : Yosep Awaludin